WR III Beri Tanggapan Jika Kuota Internet Cair

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Si., mengungkapkan jika bantuan kuota internet mahasiswa jadi cair untuk semester ini maka hal tersebut akan bagus sekali karena selama ini hal tersebut lah yang diharapkan mahasiswa.

“Menurut saya ini akan bagus sekali, karena itu juga jadi pertanyaan mahasiswa Jadi setelah bantuan UKT itu kita realisasikan untuk semeseter genap, mereka juga bertanya apakah masih ada bantuan lainnya seperti tahun sebelumnya? Nah kalau ini memang ada bantuan kuota, kami menunggu surat resminya untuk ditindak lanjuti,“katanya.

Bantuan kuota data internet Pemerintah untuk seluruh peserta didik, mahasiswa dan tendik di Indonesia yang melakukan PKBM secara daring untuk tahun ajaran 2021 tetap diberikan.

Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim secara langsung melalui official akun Youtube KEMENDIKBUD RI, Senin, 1 Maret 2021 pukul 13.00 WIB.

Nadiem menjelaskan bantuan kuota data internet dari Kemendibud tahun 2021 tetap diberikan sampai 3 bulan kedepan (Maret, April, dan Mei), dengan perubahan kuota belajar menjadi kuota umum,

Nadiem mengatakan kuota ini lebih kecil dari pada kuota belajar sebelumnya, tetapi kuota ini merupakan kuota umum, sehingga bisa digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi kecuali aplikasi-aplikasi yang diblokir, seperti permainan, sosmed, facebook, dan tiktok. Sedangkan bagi YouTube masuk dalam kuota umum sehingga bisa diakses.

Untuk pembagian volume kuota internet ini adalah, 7 GB/Bulan untuk peserta didik PAUD, 10 GB/Bulan untuk peserta didik jenjang pendidikan Dasar dan Menengah, 12 GB/Bulan untuk Pendidik PAUD dan jenjang Dasar dan Menengah, serta 15 GB/Bulan untuk Mahasiswa dan Dosen.

Bantuan kuota data internet ini disalurkan pada tanggal 11-15 setiap bulannya dan berlaku selama 30 hari sejak kuota diinjeksikan ke gawai mahasiswa dan tendik masing-masing.

Sementara untuk juliah secara luring, UB masih menunggu keputusan resmi Pemerintah melalui Kemendikbud.

“Jika sudah ada keputusan dari pusat terkait sistem perkuliahan tatap muka, Rektor akan segera menindak lanjuti. Selama itu belum ada maka UB belum berani memutuskan untuk kuliah luring,”katanya.

Diharapkan pada tahun ajaran baru 2021 seluruh sekolah dan universitas di seluruh Indonesia sudah dapat melaksanakan PKBM secara tatap muka dengan tetap mematahui protokol kesehatan. (*/humas UB).