Wawali Malang Beri Tausiyah pada Halal bi Halal Keluarga Besar Fapet UB

Halal bi Halal di Fakultas PeternakanHalal bi Halal merupakan moment bermaaf-maafan yang menjadi tradisi penting diberbagai kalangan masyarakat saat Idul Fitri, begitu pula Fapet UB yang  menggelar kegiatan tersebut, Rabu (20/7/2016). Halal bi Halal tahun ini menjadi spesial karena bertepatan dengan pelepasan calon jamaah haji keluarga besar Fapet UB. Selain itu kegiatan bertajuk Silaturahim Halal bi Halal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji keluarga Besar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini, juga mengundang Drs. H. Sutiaji yang merupakan wakil Walikota Malang.

Dilaksanakan di Auditorium Hall lt.8 gedung Dekanat Fapet UB Sutiaji memberikan tausiyah kepada keluarga besar Fapet mengenai lebaran dan ibadah Haji. Menurut pria kelahiran Lamongan 52 tahun silam ini makna lebaran berarti melebur dosa dan kesalahan. Sehingga melalui Halal bi Halal bisa saling bermaafan. Pada kesempatan tersebut ia juga memaparkan bahwa ibadah haji merupakan penggilan wajib Allah SWT kepada hambanya yang mampu dari segi materi.

Bulan haji mendatang sebanyak tujuh calon jamaah haji dari keluarga besar Fapet UB akan berangkat menuju tanah suci. Diantaranya Dr.Ir. Sri Minarti, MS, Dr.Ir. Kuswati, MS, Ir. Nurul Siti Khamaliyah, MP, Dr. Ir. Purwadi, MS, Ir. M. B. Haryono, MP, Prof. Dr. Ir. M. Nur Ihsan, MS, dan Dr. Ir. Irfan H. Djunaidi, M.Sc. Atas nama fakultas, Dekan dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Fapet UB memberikan tali asih kepada calon jamaah tersebut dan mendoakan agar mereka kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.

Di penghujung acara Sutiaji memberikan petuah kepada sivitas akademika Fapet serta para purna tugas. Dia mengatakan sebagai makhluk hidup kita harus mengambil filosofi buah pisang. Pisang selalu ikhlas dan memberi manfaat (berbuah) sebelum mati dan mati setelah bermanfaat, namun jika sudah bermanfaat jangan pernah menghitung amalan dan sesumbar.

“Jangan terlalu membanggakan diri karena suatu saat semuanya akan diambil dan kembali kepadaNya hanya dengan amalan sebagai bekal ke akhirat,” katanya [dita/Humas UB]