UPT PKM UB Dorong Anak Muda Jadi Generasi Religius Toleran

Ketua Pelaksana Dr. Arif Mustapa, M.S.I

UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Universitas Brawijaya (UPT PKM UB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Diseminasi Karakter Religius Nasionalis. Kegiatan ini berlangsung Rabu, (12/06/2024) di Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Munawaroh, Kedung Kandang, Kota Malang.

Dengan tema “Diseminasi Karakter Religius Nasionalis Melalui Penguatan Nilai Toleransi dan Kebhinekaan”, kegiatan ini dihadiri oleh santri dan pengurus Pondok Pesantren Al Munawaroh, Malang.

Ketua Pelaksana Dr. Arif Mustapa, M.S.I menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dalam kebhinekaan di kalangan santri, guna menciptakan generasi muda yang religius namun tetap menjunjung tinggi semangat kebangsaan.

“Universitas Brawijaya melalui UPT PKM berkomitmen untuk mengembangkan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang religius dan inklusif. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para santri di Pondok Pesantren Al Munawaroh,” kata Dr. Arif dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa karakter religius nasionalis dapat dibentuk baik melalui pendidikan informal di lingkungan keluarga, maupun pendidikan formal yang menekankan nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi.

Hadir sebagai narasumber yakni ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang KH Ahmad Taufik Kusuma.  Dalam materinya, Taufik memberikan wawasan mengenai pentingnya dialog dan interaksi antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

“Toleransi dalam Islam adalah prinsip fundamental yang mencakup semua aspek kehidupan, mulai dari keluarga, hingga bangsa dan negara. Dengan mengajarkan kasih sayang, saling menghormati, keadilan, dan kerjasama, Islam bertujuan menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga kerukunan internal umat Islam tetapi juga untuk membangun hubungan yang baik dan damai dengan seluruh umat manusia,” papar Taufik.

Menjadi Generasi Religius-Toleran: Diseminasi Nilai Kebhinekaan oleh UPT PKM Universitas Brawijaya di Pondok Pesantren Al Munawaroh, Malang

Lebih lanjut Taufik menjelaskan konsep Tri Kerukunan Umat Beragama. Konsep ini mencakup tiga pilar utama yakni, kerukunan intern umat beragama yang mengacu pada hubungan harmonis di dalam satu agama, kemudian kerukunan antarumat beragama yang menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara penganut berbagai agama, dan ketiga mengacu pada hubungan harmonis antara komunitas agama dan pemerintah.

Kegiatan ini dirangkai dengan sesi interaktif dan diskusi. Pada penghujung acara, salah satu santri Ahmad Rifai menyampaikan kesannya, “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan. Ini membuat kami semakin yakin bahwa menjadi religius tidak berarti harus eksklusif, tetapi justru harus inklusif”.

Melalui diseminasi ini, UPT PKM UB berharap dapat menanamkan nilai-nilai toleransi, religiusitas, dan kebhinekaan pada generasi muda, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih damai dan berkeadilan. [UPT PKM/Irene]