UB Terima Kunjungan Ditjen Vokasi Kemdikbud

Dari kiri ke kanan : WR I Prof Aulani’am, Ditjen Vokasi Wikan, Direktur Program Pendidikan Vokasi UB

Program Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan dari Direktorat Jenderal Vokasi Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., Jumat (9/10/2020).

Kunjungan ini bertujuan untuk diskusi dan bimbingan teknis kepada dosen vokasi UB yang menerima bantuan pemerintah PPPTV (Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi).

PPPTV sendiri merupakan bantuan Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) untuk memfasilitasi dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan tinggi vokasi melalui kemitraan strategis dengan industri.

Di tahun 2020 ini, Program Pendidikan Vokasi UB menerima bantuan sebesar Rp 1,7 Miliar. Bantuan yang diberikan berupa sarana prasarana pendidikan dan membangun kemitraan dengan industri.

“Saya berharap dana yang diterima tidak hanya sekedar untuk beli alat-alat saja, tetapi lebih digunakan untuk menaikkan daya ungkit untuk merubah mindset dosen agar berani melakukan terobosan-terobosan yang out of the box. Selain itu dengan adanya PPPTV, skill yang dimiliki lulusan vokasi benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja saat ini maupun di masa yang akan datang,” kata Wikan.

Lebih lanjut Wikan menambahkan, di dalam kurikulum antara kognitif hardskill dan softskill harus seimbang.

Oleh karena itu, PPTV adalah momentum yang tepat untuk mengimprove kurikulum agar lebih kuat di peningkatan soft skill, leadership, dan kewirausahaan.

Sehingga program pendidikan vokasi bisa menghasilkan entrepreneur dengan captive market jutaan dolar per tahun atau mengirimkan mahasiswa ke luar negeri untuk kerja sama, join degree atau student exchange.

“Intinya PPPTV adalah daya ungkit agar prodi vokasi bisa menghasilkan lulusan yang bisa melompat lebih jauh lagi,”kata Mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM itu.