UB Bekerjasama Dengan Enam Universitas Adakan Konferensi Internasional Sosio Legal

Pusat Pengembangan Studi Sosio Legal (PPSL) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI), UNSW, University of Sydney, University Melbourne dan Nagoya University menyelenggarakan the third Internasional Socio-Legal Conference bertema Resilience In The Time of Crisis: Justice, Access and Participation secara daring, Selasa (9/11/2021).

“Tujuan dari kegiatan ilmiah ini adalah sebagai katalis dalam pengembangan penelitian sosio legal di Indonesia serta bagi peserta dapat mendapat pengetahuan dan perspektif baru (dalam bidang sosio legal). Selain itu, harapannya konferensi ini dapat memperkuat jejaring di antara para akademisi dan peneliti sosio lega,”kata Fachrizal Afandi, Ph.D selaku ketua PPSL dalam sambutannya.

Konferensi Internasional yang dilaksanakan selama dua hari, ( 8/11-9/11/2021) tersebut menghadirkan narasumber berskala internasional yang dibagi ke dalam dua sesi seminar pada hari pertama.

Sesi I dengan tema : Asian Constitutionalism in Current Authoritarian Turn dengan pembicara Prof. Melissa Crouch (UNSW) Prof. Simon Butt (University of Sydney) 3. Prof. Yuzuru Shimada (Nagoya University).

Sesi seminar kedua dengan tema: National Resilience in the Time of Crisis Between Security and the Human Rights Protection menghadirkan tiga orang pembicara yang terdiri dari Dr. Ir. Jacqueline Vel (Leiden University), Dr. Imam Koeswahyono (Universitas Brawijaya), dan Prof. Sigit Riyanto (Universitas Gadjah Mada).

Sedangkan sesi seminar ke III dengan tema: The Future of Legal Education and Legal Profession dilaksanakan pada hari kedua yang menghadirkan pembicara Prof Tim Lindsey (the University of Melbourne), Prof. Adriaan Bedner (Leiden University), dan Prof. Sulistyowati Irianto (University of Indonesia).

Ketua Panitia Konferensi Diah Pawestri Maharani, SH., MH mengungkapkan antusiasme peserta cukup baik. Setidaknya terdapat 66 hasil pemikiran dan penelitian yang disampaikan dalam konferensi yang dibagi dalam 12 panel.

Masing-masing panel akan dipandu oleh panelis yaitu Fachrizal Afandi, PhD, Dr. Theresia Dyah W, Dr. Joeni Arianto Kurniawan, Milda Istiqomah PhD, Dr. Dian Rositawati, Dr. Rikardo Simarmata, Dr. Ken Setiawan, Lena Hanifah, PhD, Dr. Stijn Van Huis, Dr. Herlambang P. Wiratraman, Dr. Widodo Dwi Putro, dan Dr. Awaludin Marwan.

Masing-masing panelis akan memberikan tanggapan sesuai dengan bidang keahliannya terhadap hasil penelitian dari para presenter.
International Conference: Resilience In The Time Of Crisis: Justice, Access And Participation 2021 juga memfasilitasi publikasi artikel melalui proses review yang objektif.

Acara ilmiah ini mendokumentasikan karya akademik yang berasal dari penelitian para ilmuwan semasa pandemi ini. Menurut Diah Pawestri, umpan balik yang diberikan oleh panelis akan menjadi perbaikan bagi hasil penelitian tersebut untuk selanjutnya diterbikan dalam bentuk jurnal atau prosiding.

Konferensi ini ditutup dengan launching Asosiasi Studi Sosio-legal Indonesia (ASSLESI) dengan dosen Fakutas Hukum Universitas Brawijaya, Fachrizal Afandi, PhD terpilih menjadi sebagai ketua ASSLESI untuk periode 2021 hingga 2024 dengan Prof Sulistyowati Irianto dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai Ketua Dewan Penasehat.

Pembentukan ASSLESI ini disambut baik oleh Prof Adriaan Bedner dari Universitas Leiden Belanda dan Prof. Tim Lindsey dari Universitas Melbourne Australia mengingat kebutuhan penyebaran studi sosio legal ini telah lama menjadi kebutuhan dan baru bisa terwujud tahun ini di Universitas Brawijaya. (FCH/Humas UB).