Tingkatkan Kemampuan SDM, FPIK Adakan Pelatihan MSC

 

Hirmen Sofyanto
Hirmen Sofyanto

Sebanyak 35 civitas akademika UB mengikuti pelatihan standar perikanan berkelanjutan Marine Stewardship Council (MSC) selama dua hari (26/1-27/1/2020). Pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam kajian ilmiah tentang perikanan berkelanjutan. Training dan sertifikat pelatihan diperlukan mencetak tenaga profesional untuk audit agar memastikan perikanan Indonesia bisa berkelanjutan.

Selain diikuti Civitas Akademika UB, pelatihan tersebut juga diikuti perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur .

“Pada era global saat ini dan seiring dengan pertumbuhan penduduk termasuk di Jawa Timur, kita dihadapkan pada tantangan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing . Kami sepakat adanya program yang mendorong efektifitas manfaat perikanan dan kami sangat mengapresiasi adanya pelatihan ini agar para akademisi serta seluruh pihak terkait dapat berkontribusi nyata bagi keberlangsungan sumber daya ikan di Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur Mohammad Gunawan Saleh.

Sementara itu, pimpinan lembaga Marine Stewardship Council (MSC) Hirmen Sofyanto mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan peran akademisi dan pemerintah daerah sebagai pemangku kepentingan di Jawa Timur guna menyamakan pemahaman mendalam akan standar keberlanjutan MSC.

“Pelatihan ini diharapkan bisa mempercepat kemajuan FIP yang dibangun oleh KKP,”kata Hirmen Syofyanto.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang Pengembangan Kapasitas MSC Tingkat 1 dan Standar Rantai Pengawasan Chain of Custody/CoC. Dengan metode online training, peserta juga melakukan diskusi dalam sesi Latihan.

Pelatihan hari pertama, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai tiga Prinsipal Standar Perikanan MSC, Kerangka Berbasis Risiko (RBF), kaitan MSC dengan perbaikan perikanan serta perangkat perbaikan perikanan. Hari selanjutnya peserta mendalami lima prinsip standar Rantai Pengawasan MSC, tiga versi Rantai Pengawasan serta persiapan audit.

Standar Perikanan MSC mencakup tiga prinsipal, yaitu Keberlanjutan Stok, Mengurangi Dampak Ekosistem dan Pengelolaan Perikanan yang Efektif. Sertifikasi CoC memberikan jaminan bahwa produk dengan ekolabel MSC berasal dari perikanan bersertifikat dan dapat dilacak sepanjang rantai suplainya ke sumber bersertifikat.

Pelatihan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Muncul banyak pertanyaan berfokus pada teknis penilaian, seperti cara menentukan Unit of Assessment dan Unit of Certification. Peserta juga diminta untuk menjawab Studi Kasus Perikanan, menyusun jadwal audit Rantai Pengawasan serta menggambarkan rantai suplai. Setelah pendalaman materi selesai, pelatihan ditutup dengan pembahasan tindak lanjut pelatihan dan program kerja sama perbaikan perikanan antara MSC dan Univeristas Brawijaya ke depannya.

“Seluruh para pihak yang ada di dalam program perbaikan perikanan termasuk tenaga ahli dan ilmuwan perikanan penting untuk memahami dasar dan cara implementasi FIP. Universitas Brawijaya sepakat bahwa akademisi memiliki peran besar dalam kemajuan perikanan berkelanjutan di Jawa Timur serta pemasaran produk perikanan sesuai peraturan perundang-undangan,” ucap Prof. Dr. Ir. Happy Nursyam, M.S., Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. (*/Humas UB).