Tim Dosen dan Mahasiswa FILKOM Kembangkan Aplikasi MIDES

Dalam rangka pengembangan potensi desa, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melalui kegiatan Dosen Berkarya (DOKAR), bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kab. Malang dalam pengembangan mobile application MIDES (Manajemen Iuran Desa).

Tim Dosen diketuai oleh Admaja Dwi Herlambang, S.Pd., M.Pd. telah memulai kegiatan pengembangan aplikasi tersebut sejak bulan Juni tahun 2021 dengan anggota Tri Afirianto, S.T., M.T.; Satrio Hadi Wijoyo, S.Si., S.Pd., M.Kom.; Yusi Tyroni Mursityo, S.Kom., M.AB.; dan Aditya Rachmadi, S.ST., M.TI. Tim dosen bekerja sama dengan H. Mahdi Maulana, S.AP selaku Kepada Desa, Muhammad Shofi selaku Sekretaris Desa Ngijo, petugas Kantor Desa Ngijo, serta  pengurus RT/RW Desa Ngijo dalam pengembangan Aplikasi MIDES tersebut. Kegiatan penembangan Aplikasi MIDES juga melibatkan mahasiswa FILKOM UB sebagai bentuk integrasi kegiatan di luar kampus dengan kegiatan perkuliahan yang bersifat kolaboratif/ partisipatif.

Aplikasi MIDES merupakan jawaban atas kebutuhan Desa Ngijo terkait mobile application untuk kegiatan pengelolaan donasi atau iuran wajib warga setiap bulannya dengan cara yang semudah mungkin.

Mekanisme transaksi keuangan pada MIDES bersifat cashless payment, serta data transaksi dan pencatatan bisa dilakukan secara real-time. MIDES bisa dimanfaatkan petugas di tingkat RT/RW sebagai solusi untuk mempermudah pengelolaan keuangan donasi atau iuran warga. MIDES menyederhanakan dan memudahkan proses bisnis pengelolaan donasi/iuran warga sehingga petugas di tingkat RT/RW tidak perlu melakukan semua pekerjaannya secara konvensional seperti sebelumnya.

Iuran atau donasi warga dapat terdata secara digital dan bisa diakses secara online, sehingga warga dapat mengetahui mengenai status pembayaran iurannya secara real-time tanpa menunggu ditagih oleh petugas ketika pada masa jatuh tempo penagihan. Manfaat lain yang bisa didapatkan oleh warga melalui pemanfaatan MIDES adalah warga akan lebih selektif dan mudah mengingat apa saja tagihan iuran yang perlu dilakukan secara rutin, bisa menggunakan e-money (cashless payment), mendapatkan peringatan (reminder) secara otomatis apabila pembayaran telah jatuh tempo, dan data/inforamsi terkait transaksi atau laporan iuran/donasi lebih mudah dibuat karena telah terdigitalisasi. [adh/drn/Humas UB]