Teknologi Electroosmosis untuk Pemurnian Kadar Air Madu

Tiga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) Ryan Fauzi sebagai koordinator, Rizki Putra Samudra, dan Melenio Eko Haryono merancang sebuah teknologi pemurnian kadar air pada madu. Teknologi tersebut dirancang agar kualitas madu peternak lebah lokal dapat ditingkatkan sehingga nilai ekonomisnya naik. Perancangan teknologi dilakukan secara daring dengan bimbingan Joko Prasetyo, STP., M.Si, sebagai dosen pembimbing.
Teknologi tersebut mengunakan metode electroosmosis yaitu pemanfaatan pergerakan air pada poros dalam medan listrik searah.
Metode ini memungkinkan pengurangan kadar air pada madu tanpa proses panas, proses pengurangan kadar air pada madu menggunakan suhu tinggi dapat merusak enzim pada madu. Teknologi pemurnian kadar air madu menggunakan dua elektroda positif (anoda) dan negative (katoda) yang disusun secara berpasangan. Kedua elektroda akan dialiri arus listrik searah sehingga air pada madu dapat terpisah.
Terdapat dua komponen utama pada desain teknologi ini yaitu elektroda dan pulse control unit.
Elektroda berfungsi sebagai pencipta reaksi antara air dengan madu, posisi anoda berada diatas dan katoda berada dibawah wadah pemurnian.
Pulse control unit berfungsi sebagai kontrol grid yang mengatur tegangan dan membolak-balikan pulsa pada elektroosmosis, sehingga aliran air tidak terhambat.
Pengoperasian teknologi cukup mudah yaitu dengan membuka tutup pada wadah pemurnian dan madu dituangkan ke dalamnya. Selanjutnya, ditutup kembali, hidupkan power supply sehingga LCD akan menyala dan menunjukkan data proses pemurnian. Arus listrik akan mengalir menuju elektroda sehingga proses pengurangan kadar air dapat berjalan. Air dari proses pengurangan kadar air akan ditampung di wadah bagian bawah wadah pemurnian. Hasil dari proses tersebut adalah madu dengan kadar air rendah. [RYN/Humas UB]