Sarasehan Kebangsaan FISIP UB Wujudkan Demokrasi Asyik

FISIP Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan dengan tema Gagasan Kebangsaan dalam Kewargaan Inklusif dan Politik Kesejahteraan, Selasa (19/7/2022) di Aula Nuswantara FISIP UB.

Tokoh nasional pun dihadirkan dalam sarasehan ini. Seperti Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari SH., M.Si., Ph.D, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, SH. LL.M, Anggota DPR RI juga hadir dalam sarasehan ini yaitu H Ali Ahmad SH dari Fraksi PKB. Kemudian Willy Aditya S.Fil., M.T dari Fraksi Nasdem dan Drs Djarot Saiful Hidayat., M.S dari fraksi PDI Perjuangan.

Ketua Pelaksana Sarasehan Kebangsaan, Sahirul Alim mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujug kepedulian kampus pada perhelatan pemilu 2024.

“Kampus tentu ingin konsep yang ideal agar politik kesejahteraan bisa terwujud,” ucapnya.

Kehadiran tokoh nasional pada kegiatan ini menurut Sahirul membantu mewujudkan konsep yang bagus untuk kewarganegaraan inklusif dan politik kesejahteraan.

“Kegiatan ini akan berlanjut tidak hanya berhenti disini. Sebab sarasehan kebangsaan seperti ini perlu dilakukan agar wacana ideal bisa terus dibangun,” sambung pria yang juga dosen Ilmu Komunikasi UB ini.

Dekan FISIP UB, Dr Sholih Muadi SH., M.Si saat memberikan sertifikat kepada salah satu pembicara. (Foto: Humas FISIP)

 

Sementara itu, Dekan FISIP UB, Dr Sholih Muadi mengungkapkan sarasehan kebangsaan ini menjadi salah satu jalan menuju demokrasi asyik yang juga menjadi program dari KPU.

“Rencananya KPU bersama RRI dan TVRI akan melakukan demokrasi asyik nah FISIP UB siap berpartisipasi salah satunya dengan sarasehan kebangsaan ini,” paparnya.

Menurut Sholih, demokrasi tidak harus geger-gegeran. Sehingga adanya dialog kebangsaan ini akan menjadi momen penting untuk semua.

“Di luar seolah kita ada persaingan. Kalau sudah ketemu tidak terjadi apa apa. Inilah bentuk dialog yang baik,” sambung pria yang juga pengajar di Ilmu Politik ini.

Sarasehan kebangsaan yang dibuka langsung oleh Rektor UB ini diikuti kerjasama antara pihak Universitas Brawijaya dengan Bawaslu RI. (Humas FISIP/Humas UB)