Sambeleo Berhasil Dua Kali Didanai RISTEK-BRIN

Tim Sambeleo, produk startup binaan BIIW-UB berhasil mendapat pendanaan RISTEK-BRIN hingga Rp 700 Juta.

Sambeleo, salah satu startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) berhasil mendapatkan dana hibah dari Program Startup Inovasi Indonesia 2021. Tidak hanya sekali, namun ini sudah yang kedua kalinya mendapatkan pendanaan dari program yang dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN). Sehingga total pendanaan yang ia dapatkan mencapai Rp 700 juta.

CEO Sambeleo Muhammad Zamzami Al Mabruri mengaku senang berhasil mendapatkan pendanaan RISTEK-BRIN pada tahun 2019 dan 2021. Selama proses seleksi, Zamzami mengaku banyak mendapat bimbingan dan arahan dari BIIW-UB.

“BIIW membantu kami memberi pemahaman dan arahan, serta memfasilitasi startup mulai pendampingan bisnis sampai penyediaan business matching untuk bertemu investor serta buyer yang dapat menunjang bisnis startup kami,” ungkap Zamzami.

Selain rajin berdiskusi, berkoordinasi, serta mengikuti saran-saran dari fasilitator BIIW, Ia menceritakan keberhasilannya mendapatkan pendanaan RISTEK-BRIN hingga dua kali adalah karena taat administrasi dan memenuhi semua aspek persyaratan.

Proses produksi Sambeleo dilakukan dengan penerapan teknologi mekanisasi.

“Untuk RISTEK-BRIN sendiri sangat relevan sekali dengan bisnis startup kami yang memang berbasis teknologi pada mekanisasi proses produksinya. Ditambah pengalaman mengikuti berbagai kompetensi di bidang bisnis dan ilmiah saat saya menjadi mahasiswa, serta aktif di organisasi bisnis mahasiswa Agritechno Business Centre (ABC). Hal ini yang juga sangat membantu saya saat pitching bisnis di program pendanaan RISTEK-BRIN. Yang terakhir, saya yakin menang dan selalu berdoa,” terang alumni Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ini.

Sambeleo sendiri merupakan produk olahan pangan berbahan ikan, yang dispesialisasikan sebagai produk pendamping makan maupun camilan. Produk ini memiliki cita rasa khas nusantara dengan enam varian, yaitu ikan bandeng, rajungan, cumi-cumi, ikan asin, udang dan ikan manyung.

Proses produksinya dilakukan dengan penerapan teknologi mekanisasi, yaitu rangkaian metode controlled frying, Sterilization process, dan vacuum cooling, selanjutnya Hiegyne Packaging melalui kemasan jar plastik.

Sambeleo, produk startup binaan BIIW-UB.

“Rangkaian metode ini bertujuan untuk menjaga kualitas terbaik produk dan meningkatkan umur simpan dari produk. Selain itu, untuk menanamkan kepercayaan konsumen, kami sudah mendapatkan sertifikat legalitas Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), CPPOB-BPOM, GMP Good Manufacturing Practice, serta sertifikasi halal MUI,” paparnya.

Zamzami berharap ke depannya BIIW-UB dapat lebih banyak lagi melahirkan startup berbasis teknologi yang mandiri dan berdampak ekonomi ke masyarakat. Ia juga berpesan kepada mahasiswa UB untuk selalu bersemangat berinovasi dan berwirausaha.

“Banyak peluang pendanaan di UB untuk menunjang bisnis. Kami sangat bersyukur dan sangat terbantu dengan mengikuti pendanaan ini. Usaha kami yang awalnya tempat produksinya di dapur, sekarang sudah punya rumah produksi dengan standar CPPOB BPOM dengan mesin dan perlatan produksi yang lengkap. Dan kami sangat bangga bisa menjadi bagian terbaik dari UB, BIIW-UB, dan RISTEK-BRIN. Semoga ke depannya, Sambeleo selalu bisa tumbuh bersama keberkahan sesuai dengan nama perusahaan kami CV. Progresif,” tutupnya. [Irene]