Rancang Teknologi Dosen UB Untuk Mengatasi Permasalahan Limbah Pabrik

Bersama UMKM Batik DermoTim teknologi tepat Guna Universitas Brawijaya (UB) yang didanai oleh Kemenristekdikti mendapat sambutan hangat warga Kelurahan Dermo Kota Kediri pada Selasa (29/10/2019) lalu. Kehadiran tim dosen ini membuka jalan bagi UMKM batik Numansa dan Batik Dermo yang kesulitan menangani pengolahan limbah batik.

Ketua pelaksana Teguh Dwi Widodo,ST,  M.eng,. Ph.D mengatakan limbah batik akan menimbulkan permasalahan lainya yaitu ekologi, kesehatan sosial bahkan ekonomi. Limbah batik yang dibuang terbukti merusak ekologi dan menimbulkan  beberapa penyakit gatal. Jika terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan pada masyarakat.

“Masalah limbah batik sampai sekarang belum terselesaikan dengan baik dikarenakan harga pengolah limbah yang mahal bagi masyarakat,”katanya.

Dia menambahkan,limbah batik yang selama ini dibuang masyarakat mengandung zat kimia dan logam berat.Hal ini tentu saja berbahaya serta meracuni air di pemukiman warga dan menggangu kesehatan masyarakat sekitar.

Berdasarkan alasan inilah maka tim Teknologi Tepat Guna Universitas Brawijaya memberikan bantuan berupa alat pengolahan limbah.

“Kami berharap alat pengolah limbah batik ini bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan,” ungkapnya.

Tim teknologi tepat guna universitas brawijaya yang melaksanakan tugas tersebut terdiri dari beberapa orang yaitu Renfi Bintarto ST.,M.Eng.Pract, Rudianto Raharjo ST.,MT. Serta melibatkan beberapa mahasiswa teknik mesin UB.

Teguh menambahkan solusi utama yang diberikan untuk masyarakat adalah limbah batik yang ramah lingkungan, hemat energi, murah dan mudah pengoperasianya. Menurutnya, penggunaan metode Elektro Mekanik Technology merupakan pilihan tepat untuk pengolahan limbah skala UMKM.

“Mekanisme Technologi ini yaitu dengan memanfaatkan reaksi anoda dan katoda untuk mengumpulkan limbah yang ada dan kemudian menyaringnya secara mekanik,” terang Alumnus Shibaura Institute of Technology Jepang ini.

Ketua UMKM Numansa Batik, Nunung dan ketua Batik Dermo Nanik Wijayanti menyambut baik bantuan alat yang diberikan oleh tim UB ini. Mengingat selama ini pengolahan limbah batik masih menjadi persoalan pelik dialami anggotanya.

“Tentu kami bersyukur dengan adanya bantuan ini,” ujar Nunung. (imm/adv/oci/mic)