Prof. Fatchiyah Keynote Speaker dalam International Rice Network 2022

Ketua pusat studi SMONAGENES Universitas Brawijaya (UB), Prof. Fatchiyah, M.Kes., PhD,  diundang sebagai Keynote Speaker pada pertemuan ilmiah internasional 1st International Rice Network (IRN) International Conference on Plant Phenolics for Prevention and Treatment of Cancer and Neurodegenerative and Inflammatory Diseases pada 21 – 22 Juli 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suranaree University of Technology (SUT) Thailand secara daring. Selain itu, konferensi internasional ini merupakan wujud kerjasama riset padi yang telah berjalan tiga tahun antara PS SMONAGENES UB, SUT Thailand, dan Korea Selatan, dengan pendanaan International Research Network (IRN) Thailand dan LPDP Indonesia.

Dalam pertemuan ilmiah internasional ini, Prof. Fatchiyah, M.Kes., PhD memaparkan tentang beras berpigmen sebagai pangan fungsional yang dikemas dalam judul pigmented – rice extract compounds act as nutraceutical dietary signals to prevent human metabolic and degenerative diseases.

Melalui penelitian beras berpigmen selama lebih dari 3 tahun ini, Prof. Fatchiyah bersama tim Smonegenes telah menemukan beberapa senyawa bioaktif yang dapat mengatasi penyakit metabolik.

“Beras hitam mengandung senyawa bioaktif antosianin yang berfungsi sebagai antiobesitas, beras ungu yang diprediksi persilangan beras hitam dan beras putih mengandung senyawa asam ferulat yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini,” ungkap Prof. Fatchiyah dalam presentasinya.

Dilansir dari Buku karangan Prof. Fatchiyah dkk yang berjudul Beras Berpigmen Asli Indonesia, beras berpigmen mengandung senyawa metabolit sekunder yang tersimpan di kulit gabah, kulit ari atau dedak, dan biji beras. Kulit ari beras mengandung senyawa yang tergolong minyak dan kaya akan vitamin E.

“Beras hitam mengandung empat jenis antosianin yakni cyanidin, cyanidin – 3 – O – glukosida, peonidin, dan peonidin – 3- O- glukosida yang berpotensi sebagai antiinflamasi dan antiobesitas secara in vivo dan in silico,” jelasnya.  

Prof. Fatchiyah juga menambahkan beras merah mengandung senyawa bioaktif cyanidin yang berfungsi sebagai antidiabetes melalui penghambatan AGE-RAGE dan aktivitas glucosidase. Selain itu, kulit beras merah mengandung senyawa bioaktif fenolik berupa pinocembrin sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri.

Dalam pemaparan materi ini dapat disimpulkan penyakit metabolik dan degenerative dapat diatasi dengan pengaturan nutrisi makanan, utamanya konsumsi beras berpigmen yang kaya akan senyawa bioaktif. [SMONAGENES/Humas UB]