Prasetya Online

>

Siaran Pers

UB Kukuhkan Tiga Gubes Bidang Ekonomi

Dikirim oleh oky_dian pada 10 Desember 2015 | Dilihat : 1435

Universitas Brawijaya kembali mengukuhkan tiga Guru Besar di bidang ekonomi pada Kamis (10/12/2015).

Prof. Dr. Khusnul Ashar, SE., MA yang dikukuhkan pertama adalah guru besar ke-32 dari FEB dan ke 218 UB. Pidato pengukuhannya yang berjudul "Penanggulangan Kemiskinan Melalui Lembaga Keuangan Mikro Berwatak Social Entrepreneur" menyoroti bagaimana Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mampu menanggulangi kemiskinan dengan cara social entrepreneur atau wirausaha sosial. Wirausaha sosial adalah karakter yang dicirikan oleh kemampuan yang tinggi dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara misi sosial dengan misi bisnis. Misi sosial program pengentasan kemiskinan adalah peningkatan kesejahteraan kaum miskin termasuk mereka yang tergolong paling miskin sedangkan misi bisnis lembaga keuangan mikro adalah kesinambungan organisasi yang didukung oleh kondisi keuangan yang sehat.

Beasiswa Untuk Kuliah di UB. Kenapa Tidak?

Dikirim oleh denok pada 20 November 2015 | Dilihat : 2927

Berbagai kemudahan bisa diperoleh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB). Diantara kemudahan tersebut adalah dukungan finansial melalui beasiswa. Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan, "tidak banyak yang murni biaya sendiri untuk kuliah di UB". Sekitar 20% mahasiswa program sarjana di UB memperoleh beasiswa ketika menempuh pendidikan di UB. Dari jumlah tersebut, separuh diantaranya merupakan penyandang beasiswa bidik misi. Sementara pada program pascasarjana, mahasiswa penyandang beasiswa mencapai 80%.

Beasiswa Untuk Kuliah di UB. Kenapa Tidak?

Dikirim oleh denok pada 20 November 2015 | Dilihat : 722

Berbagai kemudahan bisa diperoleh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB). Diantara kemudahan tersebut adalah dukungan finansial melalui beasiswa. Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan, "tidak banyak yang murni biaya sendiri untuk kuliah di UB". Sekitar 20% mahasiswa program sarjana di UB memperoleh beasiswa ketika menempuh pendidikan di UB. Dari jumlah tersebut, separuh diantaranya merupakan penyandang beasiswa bidik misi. Sementara pada program pascasarjana, mahasiswa penyandang beasiswa mencapai 80%.

Mahasiswa Asing, Duta Brawijaya di Negara Asal

Dikirim oleh denok pada 10 September 2015 | Dilihat : 2682

Membatik, salah satu aktivitas dalam CIUS (Culture of Indonesia Undestanding by Student UB) yang diikuti mahasiswa baru dari mancanegara
Membatik, salah satu aktivitas dalam CIUS (Culture of Indonesia Undestanding by Student UB) yang diikuti mahasiswa baru dari mancanegara
Komunikasi dari mulut ke mulut menjadi sarana paling efektif dalam memasarkan dan menciptakan reputasi positif Universitas Brawijaya (UB) di luar negeri. Setelah kembali ke negara asalnya, mahasiswa asing akan menjadi Duta Brawijaya. Hal ini disampaikan Direktur International Office (IO) Prof. Dr. Ir. Ifar Subagiyo, M.Agr.St. Mahasiswa asing telah ada sejak UB berdiri dan banyak di antara mereka yang kembali ke negara asal dengan kesuksesan gemilang. Seperti dikisahkan Ifar, saat dirinya menempuh studi program sarjana di Fakultas Peternakan pada tahun 1974, saat itu ia memiliki kakak tingkat dari Malaysia, yang kini diketahuinya beraktivitas di Departemen Pertanian milik Malaysia.

Dewan Etik FTP UB Memberikan Skors kepada Mahasiswa GM dan SAN

Dikirim oleh oky_dian pada 19 Agustus 2015 | Dilihat : 1787

Menindaklanjuti hasil rekomendasi dari Tim Kode Etik Mahasiswa FTP yang membahas tentang tindak penculikan, penganiyaan, serta tindakan asusila oleh tersangka mahasiswa,  GM dan SAN terhadap mahasiswa WW, dengan ini Dewan Etik FTP UB menetapkan skorsing kepada kedua mahasiswa tersebut karena telah  melanggar Peraturan Rektor UB nomor: 328/PER/2011 tentang Kode Etik Mahasiswa pada pasal 9 tentang hubungan antara sesama mahasiswa, terutama:

1.ayat (g) yang berbunyi "tidak melakukan ancaman atau tindakan kekerasan terhadap sesama mahasiswa baik di dalam lingkungan mapun di luar lingkungan Universitas.