Prasetya Online

>

Siaran Pers

Tahun ini, Program Profesi Insinyur Mulai Dibuka di UB

Dikirim oleh denok pada 10 Agustus 2018 | Dilihat : 895

Lulusan baru program sarjana diharuskan bekerja dulu minimal 2 tahun sebelum mengikuti pendidikan profesi
Lulusan baru program sarjana diharuskan bekerja dulu minimal 2 tahun sebelum mengikuti pendidikan profesi
Program Profesi Insinyur (PPI) adalah program pendidikan tinggi setelah program sarjana untuk membentuk kompetensi keinsinyuran. Di Universitas Brawijaya (UB), PPI diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) yang ada di Fakultas Teknik. Dalam keterangannya, Ketua PSPPI Ir. Lutfi Djakfar, MSCE., PhD menyampaikan bahwa UB merupakan salah satu dari 40 penyelenggara PPI di Indonesia (26 PTN dan 14 PTS). Penugasan PSPPI ini karena UB telah memenuhi persyaratan di antaranya sudah terakreditasi A dan ada lebih dari lima program jurusan keteknikan.

Keinsinyuran adalah kegiatan teknik dengan menggunakan kepakaran dan keahlian berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna secara berkelanjutan dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Sementara Insinyur adalah seseorang yang mempunyai gelar profesi di bidang Keinsinyuran.

Seminar Keselamatan Nuklir 2018 Kerjasama BAPETEN dengan UB

Dikirim oleh oky_dian pada 03 Agustus 2018 | Dilihat : 421

BAPETEN adalah lembaga pengawas ketenaganukliran yang mempunyai fungsi strategis untuk menjamin keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.

Untuk menginformasikan fungsinya, BAPETEN memandang perlu adanya komunikasi dengan stakeholder dan masyarakat. Salah satu sarana yang digunakan untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui agenda tahunan Seminar Keselamatan Nuklir (SKN). Secara umum, acara ini dirancang sebagai forum pertemuan ilmiah para ilmuwan dan pegiat teknologi keselamatan nuklir. SKN memiliki visi mengenalkan bidang ketenaganukliran kepada stakeholder dan masyarakat yang lebih luas seperti instansi terkait (Kemenkes, Kemenristekdikti, BATAN, KLHK, BMKG, LIPI, BPOM, ESDM), akademisi, pemerhati, asosiasi profesi, sehingga dapat menjadi isu nasional.

Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS Resmi Jabat Rektor UB 2018-2022

Dikirim oleh oky_dian pada 13 Juli 2018 | Dilihat : 1163

Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR, MS resmi menjabat sebagai rektor UB periode 2018-2022. Pelantikan sebagai rektor baru dilakukan oleh Menristek Dikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak di Jakarta, Jumat (29/6/2018) lalu.

Prof. Nuhfil Hanani terpilih dengan perolehan suara sebanyak (159), sedangkan Prof Mohammad Bisri (incumbent) mendulang 93 suara dan Osfar Sjofjan mendapat empat suara.

Dalam pidatonya usai terpilih, Prof. Nuhfil meminta doa restu serta dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk membangun UB.

UKM PSHT UB Gelar Kompetisi Pencak Silat

Dikirim oleh oky_dian pada 13 Juli 2018 | Dilihat : 482

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Raja Brawijaya Pencak Silat yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Universitas Brawijaya (UB)  kembali digelar selama seminggu (13/7-18/7/2018) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Universitas. Kompetisi yang diadakan tahunan ini bertujuan untuk mengenalkan Pencak Silat lebih luas kepada masyarakat nasional bahkan dunia.

Pembukaan acara Kejurnas dilaksanakan pada Jumat (13/7/2018). Sebanyak 25 tim dari berbagai Perguruan Tinggi dan SMA yang terdiri dari 300 atlet seluruh Indonesia akan bertanding pada kompetisi Pencak Silat. Kontingen yang terlibat dari yang paling jauh yaitu dari Sorong Papua, dari Jambi, Kutai Timur, Kutai Barat, Kepulauan Riau, Batam, dan Jawa. Anja Ferdi, ketua pelaksana Kejurnas mengatakan persiapan untuk menggelar kompetisi sudah dimulai sejak tahun lalu dan telah rampung.

Prof Nuhfil Raih Suara Terbanyak Pilrek UB 2018

Dikirim oleh oky_dian pada 24 Mei 2018 | Dilihat : 1049

Prof Nuhfil Hanani memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan rektor UB periode 2018-2022.Berdasarkan hasil akhir dari penghitungan perolehan suara Nuhfil Hanani mendapatkan suara 159, Mohammad Bisri mendulang suara 93, sedangkan Osfar Sjofjan mendapat 4 suara sementara tidak syah sebanyak satu suara.

Agenda rapat senat pleno yang diselenggarakan secara tertutup ini berjalan tertib diakhiri dengan sambutan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristek Dikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D. 
Dalam sambutannya, Intan Ahmad merasa senang karena proses pilrek yang amat penting ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Dia berharap UB bisa menjadi lebih baik lagi dengan pimpinan yang baru.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif