Prasetya Online

>

Siaran Pers

Sumpah Pemuda, FISHDIC UB Gelar Upacara Bawah Laut

Dikirim oleh oky_dian pada 30 October 2018 | Dilihat : 361

Fisheries Diving Club (FISHDIC)  FPIK UB menggelar upacara di bawah laut Kawasan TWAL Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2018.

"Upacara bawah laut ini diikuti oleh 13 orang yang terdiri dari 7 orang sebagai peserta. 1 orang pemimpin yaitu Brilliant Rudzaky (FISHDIC), dua orang sebagai tim rescue, dua orang sebagai Underwater photographer dan satu orang perwakilan dari komunitas Adventurous Sumbawa. Kami mulai  turun di dasar laut pada pukul 08.40 WITA. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih lima belas menit. Meskipun arus lumayan kencang. Tetapi masih aman untuk melakukan penyelaman pada kedalaman 4-5 meter,"kata Aura Rinjani.

FISHDIC bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, BKSDA Provinsi NTB, beberapa Non-Goverment Organization dan komunitas selam setempat dalam kegiatan upacara dan Perayaan Sumpah Pemuda Bawah Laut.

Menhub RI Imbau Wisudawan Tanggap Perubahan

Dikirim oleh oky_dian pada 23 October 2018 | Dilihat : 355

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengimbau wisudawan Universitas Brawaijaya mampu menghadapi segala perubahan akibat perkembangan teknologi seperti saat ini. Demikian disampaikannya dalam Wisuda UB, Sabtu (20/10/2018) di Gedung Sakri UB.
"Jadilah orang yang punya kapasitas untuk bangsa. Indonesia harus cepat dalam merespon setiap kondisi ketidakpastian sehingga butuh SDM yang mempunyai sifat leadership untuk merespon ketidakpastian yang terjadi," kata Budi.
Dia mengatakan saat ini Kemenhub berupaya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai wawasan dan tanggap terhadap perubahan global. Selain memiliki sifat leadership, kata dia, generasi muda milenia harus mampu menumbuhkan jiwa  entrepreneur.

Ketahanan Sosial Budaya Atasi Antagonisme

Dikirim oleh siti-rahma pada 18 October 2018 | Dilihat : 389

Yahya Cholil Staquf anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) meyakini Indonesia memiliki ketahanan sosial budaya luar biasa mengatasi antagonisme yang merebak melalui media sosial. Menurutnya, banyak krisis yang telah dilalui sejak zaman Majapahit hingga saat ini tapi bisa diselesaikan dengan baik. Demikian disampaikannya pada Seminar Kebangsaan Peran Santri dalam Memperkokoh Persatuan Bangsa di Gedung Widyaloka, Kamis (18/10/2018). Kegiatan ini merupakan kerjasama Universitas Brawijaya dan PWNU Jatim dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

"Walaupun di media sosial kelihatannya keras sekali sampai yang membaca ketakutan, tapi tidak sampai terproyeksi di dunia nyata," ucap Katib Aam Nahdlatul Ulama (NU) yang akrab disapa Gus Yahya ini.

Kunjungan Kerja DPR RI ke UB Bahas Perlunya Revisi UU Guru dan Dosen

Dikirim oleh ireneparamita pada 18 October 2018 | Dilihat : 228

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang merupakan payung hukum dalam mengatur profesi guru dan dosen dianggap belum mengatur secara spesifik, karena UU tersebut masih menyatukan persepsi mengenai guru dan dosen. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM dalam acara Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke Universitas Brawijaya (UB), Kamis (18/10/2018). Kunjungan ini dalam rangka mengkaji regulasi, substansi, materi muatan, dan urgensi pemisahan UU Guru dan Dosen.

Fikri menuturkan meski keduanya disebut sebagai pendidik profesional, guru dan dosen memiliki beberapa perbedaan. Salah satunya terlihat pada tugas utamanya. Dosen mempunyai tugas utama tridharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sedangkan guru hanya melaksanakan tugas ekadharma, yaitu pengajaran.

UB Bahas Kesuburan Tanah Malang Raya

Dikirim oleh oky_dian pada 15 October 2018 | Dilihat : 354

Universitas Brawijaya (UB) Malang akan menggelar Focus Discusion Grup (FGD) yang membahas pola kesuburan tanah di sekitar Malang pada Selasa (16/10/2018).

Ketua Panitia Dosen FP Dr. Setyono Yudo Tyasmoro mengatakan, pembahasan kesuburan tanah dilakukan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 260 juta jiwa, sehingga prioritas pembangunan pertanian masih fokus pada upaya peningkatan produksi pangan khususnya beras, guna memenuhi kecukupan pangan secara nasional.

Ia mengatakan, dalam bahasan FGD fokus pada strategi pokok yang dijalankan dengan intensifikasi lahan-lahan eksisting serta ekstensifikasi atau pencetakan areal sawah baru.