Prasetya Online

>

Siaran Pers

Rektor UB: Pendirian Kampus Kediri Legal

Dikirim oleh oky_dian pada 21 Desember 2016 | Dilihat : 1001

Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr. Ir M Bisri, MS mengatakan pembangunan kampus kediri adalah legal. Hal ini sesuai dengan UU RI Nomer 12 Tahun 2012 pasal 34 tentang pendidikan tinggi. Peraturan tersebut mengatakan bahwa program studi yang diselenggarakan di kampus utama Perguruan Tinggi dapat diselenggarakan di luar kampus utama dalam suatu provinsi. Jika diselenggarakan di provinsi lain melalui kerjasama dengan Perguruan Tinggi Setempat.

Prof Bisri menjelaskan frasa "di luar kampus utama" sebagaimana disebutkan dalam Pasal 34 UU Nomor 12 Tahun 2012 tidak dapat dimaknai atau disamakan dengan frasa "di luar domisili" dalam Permendiknas Nomor 20 Tahun 2011. Hal ini dikarenakan dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 2012 terdapat peraturan penyelenggaraan prodi di luar kampus utama dalam suatu provinsi. Sehingga bisa dilakukan penafsiran bahwa penyelenggaraan prodi tidak hanya di satu kabupaten/kota melainkan juga dapat dilakukan di Kabupaten/Kota lain tapi tetap dalam satu provinsi yang sama .

Pendidikan Sejak Usia Dini di Brawijaya Smart Schools Milik UB

Dikirim oleh denok pada 02 Desember 2016 | Dilihat : 996

Sambil menunggu kelas dimulai, siswa/siswi TK BSS bermain di halaman sekolah
Sambil menunggu kelas dimulai, siswa/siswi TK BSS bermain di halaman sekolah
Suara riuh terdengar bergemuruh di salah satu sudut Universitas Brawijaya (UB). Anak-anak hingga remaja terlihat bermain, bercanda ria, sepakbola, bulu tangkis maupun belajar bersama di halaman sekolah. Mereka adalah siswa/siswi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta penghuni penitipan anak di Brawijaya Smart Schools. Kesemuanya dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Brawijaya Smart Schools (UPT BSS) yang ada di UB.

Brawijaya Smart Schools merupakan institusi pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di tingkat PAUD (penitipan anak, play group dan TK), SD, SMP, SMA dan University Foundation. Sebagian dari lembaga pendidikan tersebut berasal dari lembaga pendidikan (SD dan SMP) yang dikelola oleh Yayasan Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya. Pengalihan ini didasarkan pada SK Rektor Universitas Brawijaya Nomor 237/SK/2009 Tanggal 23 Juli 2009.

UB Komitmen Kembangkan Laboratorium

Dikirim oleh vicky.nurw pada 09 November 2016 | Dilihat : 666

Laboratorium bagi sebuah perguruan tinggi adalah bagian penting proses perkuliahan. Dalam laboratorium, mahasiswa berbagai jenjang dapat mempelajari ilmu baru atau melakukan percobaan. Sedangkan bagi para dosen, laboratorium digunakan untuk mengembangkan keilmuan yang dimiliki.

UB Tambah Dua Guru Besar Hortikultura

Dikirim oleh denok pada 07 November 2016 | Dilihat : 540

Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua orang Guru Besar ilmu hortikultura pada Selasa (8/11/2016). Kedua orang Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Mudji Santosa, MS dan Prof. Dr. Ir. Moch. Dawam Maghfoer, MS. Prosesi pengukuhan keduanya dilakukan di Gedung Widyaloka UB. Dalam pengukuhannya, Mudji Santosa mengangkat pidato berjudul "Sistem Tumpangsari Tanaman Hortikultura Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Miskin di Desa". Sementara Moch. Dawam Maghfoer mengangkat pidato berjudul "Pemanfaatan Mikroba Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran". Keduanya menambah jumlah Guru Besar di UB menjadi 226 orang.

Mengayuh Asa Meraih Prestasi si Bidikmisi

Dikirim oleh oky_dian pada 10 October 2016 | Dilihat : 947

 

Beasiswa Bidikmisi memberikan angin segar bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi. Penerima beasiswa ini bisa kuliah gratis dan bahkan menerima biaya hidup selama kuliah. Meski demikian rupanya mahasiswa Bidikmisi tak lantas terlena. Justru banyak prestasi yang lahir, seperti Andi Tanaka, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya penerima beasiswa Bidikmisi. Ia memilih tidak menggantungkan hidupnya hanya dari beasiswa, namun mereka berdua juga bekerja sambil kuliah untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

     

---------

Andi Tanaka, Prestasi si Anak Desa yang Sampai ke Negeri Ginseng

Jika mahasiswa pada umumnya lebih senang menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama teman-temannya di kafe, namun Andi lebih memilih menghabiskan waktunya dengan menghasilkan berbagai macam prestasi.

Tercatat sudah lebih dari 20 prestasi diraihnya sejak mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang.

Menurut Andi, kerja keras yang dilakukan karena tidak ingin membani orangtuanya yang berpenghasilan sebagai buruh tani di Dusun Kaliandong, Desa Panduwuan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.

Andi masuk ke Universitas Brawijaya melalui jalur SBMPTN dengan bantuan beasiswa Bidikmisi, dan meski mendapat fasilitas beasiswa dia tidak ingin bergantung selamanya dari bantuan itu, karena masa pencairan yang tidak tentu.