Prasetya Online

>

Siaran Pers

Mahasiswa Berprestasi UB Digelontor Beasiswa Ratusan Juta Rupiah

Dikirim oleh humas3 pada 27 Juni 2011 | Dilihat : 2717

Selain itu, universitas juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kualitas akademik. Baik menyelenggarakan semester pendek yang ada di setiap fakultas, maupun pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.  Welmin menuturkan, pada 2011 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui UB kembali memberikan beasiswa bantuan belajar (BBM) dan beasiswa peningkatan prestasi akademik dan non akademik (PPA). Beasiswa ini pengelolaanya diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis. Baik beasiswa PPA maupun BBM akan diberikan dengan jangka waktu 1 tahun (Januari s/d Desember 2011) dengan besar beasiswa Rp 350.000/bulan.   

KENDI: Wujudkan Masyarakat Anti Diabetes

Dikirim oleh humas3 pada 27 Juni 2011 | Dilihat : 2527

Lima mahasiswa Ilmu Keperawatan FK UB menggagas program bernama KENDI untuk membantu masyarakat Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dalam mencegah penyakit Diabetes Melitus (DM) dengan mengolah buah mengkudu (Morinda citrofolia) menjadi berbagai produk kesehatan. Mereka adalah Rani Rakhmawati, Reny Hartikasari, Musthika Wida Mashitah, Vebby Astri Rizkilia (2008) dan Hermanto Ariandi (2009).KENDI sendiri merupakan singkatan dari Kampung Edukasi Anti Diabetes: Investasi Hidup Sehat Dengan Metode Economic-Primary Health Care (e-PHC) Melalui Pengolahan Mengkudu (Morinda citrofolia). Program KENDI adalah upaya menginisiasi penderita DM di Desa Tawangargo supaya kulitas hidup masyarakat meningkat, meringankan biaya pengobatan melalui edukasi akan bahaya diabetes, pentingnya perubahan gaya hidup yang salah dan cara pencegahan komplikasi penyakit. Demikian disampaikan ketua tim Rani Rakhmawati kepada PRASETYA Online, Jumat (27/5).  

WISUDA PERIODE IV

Dikirim oleh humas3 pada 27 Juni 2011 | Dilihat : 4869

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Yogi Sugito mewisuda 1187 lulusan Program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma III, Sabtu (7/5) di Gedung Samantha Krida. Mereka terdiri dari Fakultas Ekonomi (138 orang), Fakultas Hukum (122 orang), Fakultas Ilmu Administrasi (175 orang), Fakultas Ilmu Budaya (20 orang), Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (49 orang), Fakultas Kedokteran (128 orang), Fakultas MIPA (148 orang), Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan (80 orang), Fakultas Pertanian (57 orang), Fakultas Peternakan (31 orang), Fakultas Teknik (164 orang), Fakultas Teknologi Pertanian (72 orang) dan Program Pascasarjana (3 orang).  

Solusi Organik Atasi Ulat Bulu Probolinggo

Dikirim oleh humas3 pada 11 April 2011 | Dilihat : 4184

Ledakan populasi hama ulat bulu di Probolinggo mengundang inisiatif penelitian yang dilakukan oleh Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT)  Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB). Jum'at (8/4) tim HPT FP UB melakukan penelitian lapangan untuk kali ke dua di Kabupaten Probolinggo. Tim yang terdiri dari Dr. Ir. Gatot Mudjiono dan Dr. Ir Toto Himawan SU bersama UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Propinsi Jatim, mengunjungi tiga lokasi sebagai sampling. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan penyebab utama, sekaligus langkah apa yang dapat dilakukan guna mengantisipasi kejadian yang sama terulang.

Secara umum dapat dilihat, kejadian serangan ulat bulu Arctornis sp. yang diduga akibat terganggunya keseimbangan alam setempat. Saat ini, banyak musuh alami ulat bulu yang hilang seperti burung dan lalat. Perburuan burung yang tak terkendali, mengakibatkan berkurangnya populasi burung-burung pemangsa ulat. Sementara itu, faktor pembatas lain yaitu parasitoid berupa larva lalat yang tumbuh di dalam larva ulat bulu, mati karena pemanfaatan insektisida kimia yang berlebihan. Sementara, perubahan iklim yang ditandai dengan naiknya temperatur udara, turut mempercepat siklus hidup ulat bulu.

Perlu Reformasi Sistem Kepartaian Menjadi Sederhana

Dikirim oleh humas3 pada 18 Maret 2011 | Dilihat : 3740

Pemilu mendatang di tahun 2014 diperkirakan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, menjadi momentum bagi partai politik (parpol). Banyaknya jumlah parpol saat ini akan dipangkas menjadi lebih sedikit. Karena jumlah partai yang banyak hanya menyulitkan sistem presidensil. Pemerintah tidak bekerja secara efektif karena harus mengakomodasi kepentingan parpol di parlemen.

"Selama ini partai sudah menyandera sistem presidensil kita, pemerintah harus menuruti banyak keinginan partai-partai politik di pemerintahan, " ujarnya selepas menjadi narasumber pada Seminar Perkembangan Partai Politik dan Perkembangan Demokrasi ke Depan serta Peluncuran Buku "Pembubaran Partai Politik" di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), Jumat (18/3).