Prasetya Online

>

Siaran Pers

Talkshwo CEOlution

Dikirim oleh oky_dian pada 24 Januari 2019 | Dilihat : 545

Menyadari bahwa arus globalisasi dapat memberikan kontribusi negatif dan positif.  Globalisasi dapat menjadi pendorong utama kemajuan suatu bangsa apabila didukung peran aktif pemuda. Dengan pemikirannya yang kreatif pemuda akan membantu mendobrak stigma negatif globalisasi bagi negara miskin dan berkembang. Melihat potensi pemuda yang begitu besar,

Universitas Brawijaya menginisiasi menyelenggarakan suatu kegiatan yang dapat

menjadi wadah/forum bagi para mahasiswa untuk mengkolaborasikan ide-ide kreatifnya, tidak

hanya untuk kemajuan  Indonesia, namun kawasan Asia Pasifik.

UB Kukuhkan Dua Guru Besar FMIPA

Dikirim oleh oky_dian pada 17 Januari 2019 | Dilihat : 374

Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rabu (16/01/2019), di Gedung Widyaloka. Pertama adalah Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Instrumentasi dan Sensor. Ia merupakan Guru Besar ke-242 di UB. Kedua, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Biologi Reproduksi Molekuler, yang merupakan Guru Besar UB ke-243.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng menyampaikan pidato dengan judul "Quartz Crystal Microbalance dengan Sistem Instrumentasinya untuk Teknologi Sensor Kimia dan Biosensor". Sedangkan Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., membawakan pidato dengan judul "Reproductive Herbalisme, Metode Pendekatan Berdasarkan Mekanisme Sinergetik Komplek dalam Membangun Sistem Pertahanan Tubuh dan Kesehatan Reproduksi".

Prof. Setyawan: Sensor QCM dengan Konsentrasi Massa Nanogram

Sensor merupakan aspek utama sebagai titik awal pengubahan fakta atau keadaan menjadi suatu bentuk data. Sensor suhu mengubah temperatur badan, ruang, lingkungan menjadi sebuah data. Kamera dengan sensor optik mengubah penampakan obyek menjadi suatu data gambar. Tanpa adanya proses dengan menggunakan piranti pengolah data, maka informasi yang diperoleh akan diragukan. Untuk itu, pengembangan sensor dengan berbagai ragamnya merupakan hal yang pokok dalam revolusi industri 4.0 karena semakin memudahkan kehidupan manusia.

Acara Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya Dalam Rangka Dies Natalis Ke-56 Sabtu, 5 Januari 2019

Dikirim oleh oky_dian pada 04 Januari 2019 | Dilihat : 436

Universitas Brawijaya saat ini memasuki usia ke-56 pada 5 Januari 2019. UB berdiri berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1963, dan kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963.

Awal berdirinya, UB hanya memiliki lima fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Administrasi Niaga (FAN), Fakultas Pertanian (FP), dan Fakultas Kedokteran Hewan & Peternakan (FKHP).

BAN PT Re Akreditasi UB

Dikirim oleh oky_dian pada 27 November 2018 | Dilihat : 1017

Universitas Brawijaya kembali mendapat kunjungan dari Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Kunjungan tersebut dalam rangka re akreditasi UB. Akreditasi UB  akan habis masa berlakunya pada akhir Januari 2019.

Asesmen lapang (Visitasi) Akreditasi Perguruan Tinggi ini dijadwalkan selama tiga hari (21-23/11/2018). Tujuh asesor telah datang ke UB. Ketujuh asesor tersebut adalah Dr. Ir. Suhanan, DEA dari Universitas Gadjah Mada (Ketua Tim), Prof. Dr. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA dari Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. HM. Arfin Hamid, S.H., M.H dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Nadra, M.S dari Universitas Andalas, Prof. Norma Afiati, M.Sc., Ph.D dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, M.M dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan Dr. Dra. Dewi Susanna, M.Kes dari Universitas Indonesia.

UB Press Mendukung Gerakan Sadar Membaca dan Menulis Untuk Indonesia

Dikirim oleh denok pada 16 November 2018 | Dilihat : 626

Toko UB Press
Toko UB Press
Seseorang dapat memecahkan masalah dan membuat keputusan secara efektf dan efisien apabila memiliki kemampuan literasi informasi seperti kemampuan menemukan dan menggunakan informasi yang dibutuhkannya. Di perguruan tinggi kemampuan literasi informasi mahasiswa menjadi keharusan karena akan mendukung proses belajar mengajar bahkan menjadi sarana penting dalam menumbuhkan daya pikir kritis.

Dalam dunia pendidikan literasi informasi diberikan untuk meningkatkan kemampuan akses peserta didik terhadap informasi yang dibutuhkan. Karena itu, pendidikan tinggi dituntut mampu menciptakan iklim dan peserta didik yang memiliki kemampuan literasi informasi guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar (Alam, 2016)