Prasetya Online

>

Siaran Pers

Dheri : si Wisudawan UB yang Inovator Sekaligus Seniman

Dikirim oleh oky_dian pada 19 Maret 2019 | Dilihat : 48

Muda dan Berprestasi. Begitulah gambaran singkat Muhammad Dheri Maulana Akbar, wisudawan UB periode IX TA 2018/2019. Dheri akan menjalani proses wisuda bersama 1000 wisudawan lain pada Sabtu (16/03/2019).

Dheri yang merupakan mahasiswa jurusan teknik elektro 2014 mengawali karirnya di bidang seni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)

Ketika masuk ke SMP Dheri mencoba peruntungan di bidang tarik suara lewat ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan Indonesia Mencari Bakat. Meskipun perjuangannya kerap terhenti, Dheri yang juga tergabung dalam MNC Talent tidak patah semangat. Dia terus mencoba berkarya di bidang seni dengan bermain Band bersama teman-temannya SMP.

UB Kukuhkan Dua Gubes di Bidang Pangan Fungsional dan Teknik

Dikirim oleh oky_dian pada 27 Februari 2019 | Dilihat : 295

Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhan guru besar. Dua guru besar yang akan dikukuhkan pada Rabu (27/2/2019) adalah Prof.Dr. Ir. Tri Dewanti Widyaningsih, M.Kes. dan Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D.

Tri Dewanti dikukuhkan menjadi guru besar (Gubes) bidang Ilmu Gizi Pangan. Dia merupakan Gubes ke 16 di FTP dan ke 246 di UB.

Sedangkan, Ludfi Djakfar dikukuhkan menjadi Gubes bidang Teknik Jalan Raya. Dia merupakan Gubes ke-12 di FT dan  ke 247 di UB.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul "Prospek Pengembangan Pangan Tradisional Cincau Hitam (Mesona Palustris Bl) Sebagai Pangan Fungsional Dan Suplemen Pangan Untuk Peningkatan Kesehatan Dan Pengendalian Penyakit", Dewanti menjelaskan Cincau Hitam merupakan bahan Pangan Fungsional Berbasis Pangan Tradisional.

Kantin UB Tersertifikasi Halal MUI

Dikirim oleh oky_dian pada 22 Februari 2019 | Dilihat : 156

Kantin Akademik UB akhirnya mendapat sertifikat Halal dari LPPOM MUI Provinsi Jawa Timur dengan nomor registrasi 07160056120119 pada 11 Februari 2019. Sebanyak 121 menu di empat stand makanan dan satu stand minuman dinyatakan lolos uji kehalalan.

Kepala Badan Usaha Non Akademik Dr. Antoni Efani mengatakan, perolehan sertifikasi ini merupakan upaya untuk menyelenggarakan kantin yang tidak hanya halal tapi juga thayyib dengan harga yang terjangkau.

Menurut Antoni, halal  sangat penting karena UB bukan hanya menginginkan generasi yang unggul di bidang akademik tapi juga memiliki akhlaq yang mulia.

Talkshwo CEOlution

Dikirim oleh oky_dian pada 24 Januari 2019 | Dilihat : 319

Menyadari bahwa arus globalisasi dapat memberikan kontribusi negatif dan positif.  Globalisasi dapat menjadi pendorong utama kemajuan suatu bangsa apabila didukung peran aktif pemuda. Dengan pemikirannya yang kreatif pemuda akan membantu mendobrak stigma negatif globalisasi bagi negara miskin dan berkembang. Melihat potensi pemuda yang begitu besar,

Universitas Brawijaya menginisiasi menyelenggarakan suatu kegiatan yang dapat

menjadi wadah/forum bagi para mahasiswa untuk mengkolaborasikan ide-ide kreatifnya, tidak

hanya untuk kemajuan  Indonesia, namun kawasan Asia Pasifik.

UB Kukuhkan Dua Guru Besar FMIPA

Dikirim oleh oky_dian pada 17 Januari 2019 | Dilihat : 181

Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rabu (16/01/2019), di Gedung Widyaloka. Pertama adalah Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Instrumentasi dan Sensor. Ia merupakan Guru Besar ke-242 di UB. Kedua, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Biologi Reproduksi Molekuler, yang merupakan Guru Besar UB ke-243.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng menyampaikan pidato dengan judul "Quartz Crystal Microbalance dengan Sistem Instrumentasinya untuk Teknologi Sensor Kimia dan Biosensor". Sedangkan Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., membawakan pidato dengan judul "Reproductive Herbalisme, Metode Pendekatan Berdasarkan Mekanisme Sinergetik Komplek dalam Membangun Sistem Pertahanan Tubuh dan Kesehatan Reproduksi".

Prof. Setyawan: Sensor QCM dengan Konsentrasi Massa Nanogram

Sensor merupakan aspek utama sebagai titik awal pengubahan fakta atau keadaan menjadi suatu bentuk data. Sensor suhu mengubah temperatur badan, ruang, lingkungan menjadi sebuah data. Kamera dengan sensor optik mengubah penampakan obyek menjadi suatu data gambar. Tanpa adanya proses dengan menggunakan piranti pengolah data, maka informasi yang diperoleh akan diragukan. Untuk itu, pengembangan sensor dengan berbagai ragamnya merupakan hal yang pokok dalam revolusi industri 4.0 karena semakin memudahkan kehidupan manusia.