Prasetya Online

>

Siaran Pers

UB Press Mendukung Gerakan Sadar Membaca dan Menulis Untuk Indonesia

Dikirim oleh denok pada 16 November 2018 | Dilihat : 318

Toko UB Press
Toko UB Press
Seseorang dapat memecahkan masalah dan membuat keputusan secara efektf dan efisien apabila memiliki kemampuan literasi informasi seperti kemampuan menemukan dan menggunakan informasi yang dibutuhkannya. Di perguruan tinggi kemampuan literasi informasi mahasiswa menjadi keharusan karena akan mendukung proses belajar mengajar bahkan menjadi sarana penting dalam menumbuhkan daya pikir kritis.

Dalam dunia pendidikan literasi informasi diberikan untuk meningkatkan kemampuan akses peserta didik terhadap informasi yang dibutuhkan. Karena itu, pendidikan tinggi dituntut mampu menciptakan iklim dan peserta didik yang memiliki kemampuan literasi informasi guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar (Alam, 2016)

Buku merupakan salah satu media literasi yang menunjang kegiatan akademik. Sadar akan hal tersebut sejak tahun 2009 Universitas Brawijaya (UB) memiliki lembaga penerbitan perguruan tinggi yang diberi nama UB Press. Hingga tahun 2018 sekitar 785 judul buku telah diproduksi dengan penjualan mencapai 60.797 eksemplar.

Dengan visi "Menjadi Penerbit Perguruan Tinggi Terbaik Kelas Dunia", UB Press mengemban misi mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca, meneliti, dan menulis di kalangan sivitas akademika UB. Lebih jauh, lembaga yang saat ini dipimpin Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS ini mendukung kuat gerakan sadar menulis dan membaca untuk Indonesia yang dideklarasikan oleh APPTI (Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia).

Dalam keterangannya Prof. Trinil menyampaikan bahwa atensi sivitas akademika UB utamanya dosen sangat besar untuk menerbitkan karya ilmiah maupun popular dari hasil kajian mereka. Di antara produknya yakni buku ajar/teks yang dinilai mendapat respon positif mahasiswa. "Kalau bisa semua perkuliahan menggunakan pedoman buku ajar sehingga memudahkan pemahaman mahasiswa dan meningkatkan kualitas belajar mengajar," kata Guru Besar Fakultas Peternakan ini.

Dengan jangkauan yang lebih luas, penerbitan buku dinilai lebih menguntungkan dibanding jurnal yang pangsa pasarnya sangat spesifik. Selain itu, sitasi buku juga terbukti lebih tinggi dibanding jurnal. "Kredibilitas sebuah karya ilmiah (buku) dapat dilihat dari jumlah sitasinya," tandas Trinil.

Karena akan disitir oleh kalangan akademis maupun masyarakat, maka UB Press memiliki standar bagi buku yang dicetaknya seperti memiliki kejelasan sumber melalui cek plagiasi sebelum terbit, memiliki nilai kebaruan serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

UB Press juga membuka kesempatan masyarakat umum untuk menyerahkan karyanya. Manfaat yang sama bisa dirasakan oleh masyarakat yang memilih UB Press untuk menerbitkan karya mereka seperti segmentasi pasar, royalti dan pengurusan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Mahasiswa merupakan pangsa pasar utama bagi UB Press. Karena itu, banyak produksi UB Press yang menyasar kampus seperti Toko UB Press yang berlokasi di Gedung Inbis Jalan Veteran Malang, etalase pojok buku yang ada di setiap fakultas serta perguruan tinggi lain. Jaringan APPTI juga menjadi mitra pemasaran produk yang diterbitkan para anggotanya sesuai perjanjian yang telah disepakati. Selain itu UB Press juga memanfaatkan penjualan online dengan produksi e-book yang menurut pengamatan Prof. Trinil banyak menggaet peminat buku dari mancanegara.

Bagaimanapun, Prof. Trinil menjelaskan, pemasaran yang terbaik adalah melibatkan penulis. Karena itu pihaknya memberikan 75 eksemplar buku yang diproduksi kepada penulis untuk disosialisasikan sendiri misalnya dengan diberikan kepada teman sejawat untuk membantu kenaikan pangkat mereka. Setiap buku yang diterbitkan UB Press juga bisa diakses di berbagai perpustakaan yakni perpustakaan nasional, perpustakaan Jawa Timur, perpustakaan Kota Malang maupun perpustakaan UB. [Denok/Humas UB]

Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2018/2019

Sebanyak 1.118 wisudawan/wati mengikuti prosesi wisuda periode 4 Tahun Akademik 2018/2019 Pada Sabtu (17/11/2018). Fakultas Kedokteran memiliki jumlah tertinggi sebanyak 134 orang disusul Fakultas Ilmu Administrasi (121 orang) dan Fakultas Teknik (106 orang). Berikut nama wisudawan/wati terbaik pada prosesi wisuda kali ini:

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Cindera Rasisa, S.Sos

Fakultas Hukum: Muhammad Akbar Nursasmita, S.H

Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Angga Bagas Samudra, S.E

Fakultas Ilmu Administrasi: Norma Wahyuningrum, S.Pn

Fakultas Pertanian: Aziziah Saloka, S.P

Fakultas Peternakan: Indra Nurul Laili, S.Pt

Fakultas Teknik: Olivia Ferlita, S.T

Fakultas Kedokteran: Annisa Novidya Utami Harahap, S.Gz

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan: Nurma Pujiyanti, S.Pi

Fakultas MIPA: Yuni Nanda Lestari, S.Si

Fakultas Teknologi Pertanian: Jehan Kalonika, S.TP

Fakultas Ilmu Budaya: Rezza Octa Dimas Pradana, S.S

Fakultas Kedokteran Hewan: Seruni Ummi Aziizalita, S.KH

Fakultas Kedokteran Gigi: Elsavira Askandar, S.KG

Fakultas ILmu Komputer: Savira Fahrunisa, S.Kom dan Kartika Utami, S.KOm

Program Magister: Dedy Wahyu Hernanda, M.AP

Program Doktor: Dr. Gusti Irya Ichriani

Program Diploma III: Ayu Fahrunnisa, A.Md

 

 

Artikel terkait