Prasetya Online

>

Siaran Pers

Talkshwo CEOlution

Dikirim oleh oky_dian pada 24 Januari 2019 | Dilihat : 456

Menyadari bahwa arus globalisasi dapat memberikan kontribusi negatif dan positif.  Globalisasi dapat menjadi pendorong utama kemajuan suatu bangsa apabila didukung peran aktif pemuda. Dengan pemikirannya yang kreatif pemuda akan membantu mendobrak stigma negatif globalisasi bagi negara miskin dan berkembang. Melihat potensi pemuda yang begitu besar,

Universitas Brawijaya menginisiasi menyelenggarakan suatu kegiatan yang dapat

menjadi wadah/forum bagi para mahasiswa untuk mengkolaborasikan ide-ide kreatifnya, tidak

hanya untuk kemajuan  Indonesia, namun kawasan Asia Pasifik.

Itulah sebabnya UB mengadakan Seminar Internasional di Widyaloka (24/1/19) mengambil tema:

First Brawijaya Youth

Economic Forum: "Vision for a new Asia-Pacific regional partnership in the age of

uncertainty".

Forum 1st BYEF ini dibuka Rektor UB ini diikuti para perwakilan mahasiswa dari berbagai negara

di Asia Pasifik mendiskusikan isu-isu global yang berkembang saat ini, baik dalam konteks perdagangan maupun kerjasama internasional. Persatuan negara-negara di Asia

Pasifik, sebagaimana akan diwakili oleh para delegasi mahasiswa, akan sangat bermanfaat bagi perkembangan ekonomi dalam menghadapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan perspektif internasional dari perwakilan

mahasiswa di kawasan Asia-Pasifik kaitannya dengan isu pembangunan, perdagangan dan

kerjasama internasional.

Sebagai Keynote Speaker  Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Pembicara lain dalam forum ini:

1. CEO Amartha - Fintech Indonesia

2. CEO Ruang Guru - Education in Indonesia

3. CEO Bukalapak - Marketplace

4. CEO Gopay

Forum diikuti 350 peserta terdiri 50 peserta dari luar Negeri dan sisanya berasal dari dalam Negeri.