Prasetya Online

>

Siaran Pers

Permudah Akses, Rumah Sakit Universitas Brawijaya Aktifkan Jejaringnya

Dikirim oleh denok pada 17 November 2017 | Dilihat : 356

Operasi pertama pasien sectio secaria di RSUB pada 29 Juli 2017
Operasi pertama pasien sectio secaria di RSUB pada 29 Juli 2017
Universitas Brawijaya (UB) memiliki kepedulian pada bidang kesehatan terhadap lingkungan sekitarnya. Diantara bentuk kepedulian tersebut adalah penyediaan layanan melalui fasilitas kesehatan meliputi poliklinik, RSUB (Rumah Sakit Universitas Brawijaya) serta rumah sakit gigi dan mulut yang sedang dalam proses pembangunan.

Sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Satu, Poliklinik UB mengutamakan layanan promotif, preventif dan kuratif tingkat satu kepada pengguna baik sivitas akademika maupun masyarakat umum. Disampaikan Wakil Direktur Poliklinik UB, drg. Rofi Ardiansyah, sebagian besar pengguna jasa layanannya adalah sivitas akademika, dengan 60% diantaranya mahasiswa.

Layanan poliklinik diberikan secara gratis pada poli umum dan poli gigi. Selain itu, ada pula pelayanan rawat luka (bedah minor), one day care, pelayanan kecantikan, ahli gizi serta penunjang medis seperti rontgen dan laboratorium. Tingkat kunjungan poliklinik ini mencapai 150-200 pasien setiap harinya dengan kunjungan tertinggi pada poli umum.

Selain untuk pelayanan kesehatan yang berkualitas, poliklinik UB juga berkontribusi pada tri dharma perguruan tinggi baik pada bidang kesehatan maupun bidang lain yang terkait, dengan visinya menjadi World Class Educational Clinic.

Selain tingkat kunjungan, respon masyarakat juga tinggi pada program promotif dan preventif yang dilakukan. Diantaranya adalah Program Pelayanan Penyakit Kronis (Prolanis) yang bekerjasama dengan BPJS. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat satu, Poliklinik UB bekerjasama dengan BPJS menggunakan sistem kapitasi.

UB juga memiliki fasilitas kesehatan tingkat lanjut yakni Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB). Dengan visi sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit mandiri yang unggul dan bertaraf internasional, RSUB menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Model IPE (Inter Professional Education) akan digunakan dalam sistem pendidikan di rumah sakit ini.

Bekerjasama dengan BPJS sejak Juli 2017, tingkat kunjungan RSUB pun meningkat. Bahkan Bed Occupancy Rate yang awalnya 1% menjadi 20% setelah kerjasama tersebut. "Ini bukti bahwa RSUB diterima masyarakat dan masyarakat merasakan kehadirannya," ungkap Direktur Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp.An. Meskipun menurutnya, sama dengan kendala rumah sakit lainnya, klaim BPJS selama kurun waktu tersebut juga susah dicairkan.

BPJS merupakan salah satu asuransi yang digunakan pasien baik masyarakat umum maupun sivitas akademika. Bagi pasien, utamanya sivitas akademika yang tidak memiliki BPJS, akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku di UB.

RSUB memberikan layanan promotif, preventif, kuratif (rawat jalan, rawat inap, dokter spesialis, sub-spesialis) serta rehabilitatif. Layanan promotif dan preventif misalnya, dilakukan untuk membuat jaringan agar pasien dari layanan kesehatan tingkat I mudah mengaksesnya. Melalui jejaring tersebut, disampaikan Andyk, pihaknya melakukan berbagai seminar dan workshop yang bisa diikuti oleh puskesmas, bidan maupun dokter keluarga. Selain itu, pihaknya juga melibatkan unsur masyarakat seperti Ormas, Karang Taruna, Takmir Masjid untuk model public service centre yang bisa menjemput bola dengan ambulance ketika ada orang sakit. Upaya ini dilakukannya untuk minimal menjangkau masyarakat sekitar rumah sakit.  

RSUB, Andyk menambahkan, berupaya mewujudkan masyarakat kampus UB yang sehat. Berbagai program yang telah terselenggara diantaranya pemeriksaan calon dosen, calon mahasiswa, serta calon pejabat di lingkungan UB.

Sabtu (18/11/2017), Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohamad Bisri mewisuda 1115 lulusan. Dari jumlah tersebut, Fakultas Ilmu Administrasi menghasilkan lulusan terbanyak yakni 126 orang disusul Fakultas Teknik (111) dan Fakultas Kedokteran (107). [Denok/Humas UB]