Prasetya Online

>

Siaran Pers

Kunci Sukses Perguruan Tinggi adalah Prestasi Mahasiswa

Dikirim oleh vicky.nurw pada 28 September 2018 | Dilihat : 358

Universitas Brawijaya semakin menunjukkan prestasinya di mata dunia. Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Fakultas Kedokteran meraih juara dalam ajang Jember International Dentistry Festival 2018. Kompetisi bertaraf internasional ini dilaksanakan di Universitas Jember, 16-18 September 2018.Melalui penelitian berjudul P-FLAP (Pseudomonas flourescens Anti Pneumoniae), Rivaldi Brahmantio Hardani dan Bigy Nuuron Dana (Pendidikan Dokter 2016) serta M. Fahmi Rizky (Pendidikan Dokter 2015) menyabet predikat Juara I, setelah mengalahkan tim dari Universitas Jendral Soedirman, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga dan juga tim tuan rumah.

Secara garis besar, P-FLAP meneliti tentang alternatif terapi untuk pengobatan Pneumonia. Menurut Rivaldo, penyakit ini paling banyak menyerang anak-anak. "WHO menyebutkan, di tahun 2015, kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun paling banyak karena pneumonia. Sedangkan di Indonesia sendiri, di tahun yang sama, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebutkan pneumonia menyumbang 15 persen kematian pada balita dan anak-anak, dengan dana yang dihabiskan sebanyak 1,25 triliun rupiah", jelasnya.

Saat ini, menuru Rivaldo, terapi yang diberikan pada penderita adalah antibiotik umum. Namun, dalam rentang waktu pengobatan, dikhawatirkan bakteri akan berubah resisten terhadap pengobatan yang diberikan. Selain itu juga dapat menghasilkan kontraindikasi berupa kerusakan ginjal dan hati.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat membantu pengembangan pengobatan pneumonia dan mengurangi tingkat kematian akibat bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Tidak hanya itu, Rivaldo dan tim bertujuan agar penelitian ini dapat menambah wawasan melalui penelitian lain di kemudian hari untuk pengembangan ilmu kedokteran.

Tidak hanya P-FLAP, prestasi lain setingkat internasional yang diraih oleh mahasiswa UB adalah J-ROID. J-ROID (Android Jacket for Hypothermia-Hyperthermia) merupakan jaket yang dilengkapi dengan beberapa sensor sehingga dapat mendeteksi suhu tubuh dan denyut nadi pengguna. Suhu tubuh dan denyut nadi ini merupakan penanda kondisi hyperthermia dan hypothermia.

"J-ROID memiliki aktuatur penghangat dan pendingin tubuh yang dapat aktif untuk menstabilkan suhu tubuh. Kedua alat ini ditempatkan pada bagian tubuh tertentu untuk meningkatkan efektivitas penggunaan jaket", jelas Firmansyah Putra Satria selaku peneliti. Kedua sensor ini yang akan mendeteksi kemungkinan terjadinya hipotermia awal atau hipertermia.

Selain memiliki sensor deteksi suhu tubuh, J-ROID juga memiliki fasilitas panic button. "Jika suhu tubuh kurang dari 35 derajat Celcius, atau di atas 40 derajat Celcius dan disertai denyut nadi di luar batas normal, maka ada buzzer yang akan aktif. Jika tombol panik pada android ditekan, akan mengirim pesan darurat untuk segera di evakuasi", imbuhnya.

Melalui J-ROID, Firmansyah Putra Satria, Ahmad Fathan Halim, Bagas Priyo H.W (Elektro), Yurike Putri serta Annisa Istighfari Hernanda R (Pendidikan Dokter) meraih dua penghargaan, yaitu Gold Medal dan Special Award pada ajang 100th International Exhibition of Invention, di Guangzhou, China. Dengan adanya J-ROID, diharapkan dapat menjadi inovasi teknologi pencegahan hipertermia dan hipotermia sehingga dapat mengurangi tingkat kematian karena suhu tubuh yang terlalu rendah maupun yang terlalu tinggi.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof.Dr.Ir. Arief Prajitno, MS, prestasi mahasiswa di berbagai bidang adalah sebuah kebutuhan. "Untuk tingkat internasional, jumlah prestasi UB memang masih tergolong sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah prestasi di tingkat nasional. Oleh karena itu, Kemahasiswaan berusaha untuk mengikutkan mahasiswa ke dalam berbagai lomba dan kompetisi tingkat internasional", ujarnya.

Dorongan yang diberikan ini juga tidak lepas dari prestasi UB dalam hal pemeringkatan. Dengan memfokuskan pada kompetisi per individu, baik WR III maupun Rektor berharap banyak mahasiswa yang dapat menyumbangkan prestasi besar.

Berbagai upaya juga dikerahkan oleh jajaran Kemahasiswaan. Tidak hanya pendanaan, berbagai bimbingan juga akan diberikan untuk mendukung kemampuan mahasiswa berlaga. "Untuk pembimbing atau pelatih, yang menentukan adalah Unit Kegiatan Mahasiswa atau tim yang akan bertanding", jelasnya. Upaya ini juga didukung oleh mahasiswa. Arief mengakui bahwa mahasiswa amat sangat kreatif dalam mencari informasi lomba, baik skala nasional maupun internasional. "Kerap kali kita tidak mengetahui perlombaan tersebut, tetapi mahasiswa sudah mengirimkan abstrak dan diumumkan menjadi finalis, baru kita mengetahui lomba tersebut", ujarnya.

Universitas Brawijaya sadar bahwa menumbuhkan kesadaran bagi sivitas akademika tentang pentingnya pendidikan yang memperkuat kompetensi akan membantu memecahkan beberapa persoalan bangsa, melalui inovasi dan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr.Ir. Nuhfil Hanani, AR., MS saat meresmikan gelar 1099 wisudawan Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana, pada Sabtu (22/09/2018) di Gedung Samanta Krida.

Adapun nama-nama wisudawan terbaik antara lain :

1. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan : Putri Inova Novita, S.Pi

2. Fakultas Hukum : Annisa Saraswati, SH

3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis : Ni Kadek Yana Septia Lusi, S.E

4. Fakultas Ilmu Administrasi : Kharirus Sa'idiyah El Frida, S.AP

5. Fakultas Pertanian : Ivana Neelam Putri, S.P

6. Fakultas Peternakan : Winda Rahayu, S.Pt

7. Fakultas Teknik : Dini Rizkita Sari, S.T

8. Fakultas Kedokteran : dr. Ahmad Izzudin Ardi

9. Fakultas MIPA : Heraniawati, S.Si

10. Fakultas Teknologi Pertanian : Ayu Diyaratasari, S.T

11. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Rahma Trias Kusuma Wardhani, S.Psi

12. Fakultas Ilmu Budaya : Reny Nur Rohmah, S.S

13. Fakultas Kedokteran Hewan : Winarri Setyo Rini, S.KH

14. Fakultas Kedokteran Gigi : Ratna Evita Sari, S.KG

15. Fakultas Ilmu Komputer : Jawara Wahyu Al Faraday, S.Kom

16. Program Magister : Putri Rizky Amelia, M.P

17. Program Doktor : Dr. Handry Argatama Ellion

18. Program Vokasi : Nita Rachmawati Syafiri, A.Md