Prasetya Online

>

Siaran Pers

Kantin UB Tersertifikasi Halal MUI

Dikirim oleh oky_dian pada 22 Februari 2019 | Dilihat : 360

Kantin Akademik UB akhirnya mendapat sertifikat Halal dari LPPOM MUI Provinsi Jawa Timur dengan nomor registrasi 07160056120119 pada 11 Februari 2019. Sebanyak 121 menu di empat stand makanan dan satu stand minuman dinyatakan lolos uji kehalalan.

Kepala Badan Usaha Non Akademik Dr. Antoni Efani mengatakan, perolehan sertifikasi ini merupakan upaya untuk menyelenggarakan kantin yang tidak hanya halal tapi juga thayyib dengan harga yang terjangkau.

Menurut Antoni, halal  sangat penting karena UB bukan hanya menginginkan generasi yang unggul di bidang akademik tapi juga memiliki akhlaq yang mulia.

"Kita yakin, salah satu faktor yang menentukan akhlaq adalah apa yang dimakan itu halal," ujarnya.

Perjalanan untuk mendapatkan Sertifikasi Halal LPPOM MUI tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Dimulai dari tahun 2016, melalui inisiatif Rektor sebelumnya Prof. Dr. Ir. Moh. Bisri,MS., dilakukan proses pengumpulan data bahan baku setiap makanan dan minuman yang dijual oleh tenant. Upaya dilanjutkan dengan membuat matriks bahan, menelurusi kehalalan bahan baku dan titik kritis produksi, evaluasi dan edukasi tenant melalui Pelatihan Kemananan dan Kehalalan Pangan, Test Food, Audit Kepatuhan Prosedur Internal Rumah Produksi secara Langsung, hingga Audit Eksternal oleh Auditor LPPOM MUI Jatim pada 8 November 2018 lalu.

Manajer Keuangan dan Operasional UB Kantin Ali Budianto,A.Md., yang juga tergabung di Tim Halal mengaku tidak mudah mengubah kebiasaan belanja maupun proses produksi para pemilik stand, terutama untuk makanan yang mengandung ayam maupun daging.

"Biasanya kalau beli di tempat langganan pasti dapat harga yang murah dan ada bonus setiap Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Akhirnya diambil keputusan UB Kantin menjual daging dan ayam yang telah dibeli dari rumah pemotongan tersertifikasi halal dan menjual dengan harga yang lebih murah.

Bahkan, UB Kantin juga meminjami salah satu stand alat penggiling daging agar bisa menggiling daging secara mandiri di rumah. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat memperoleh sertifikasi halal. [Ai]

 

 

Artikel terkait