Prasetya Online

>

Siaran Pers

Institut Atsiri UB Wadahi Kekayaan Atsiri Indonesia

Dikirim oleh denok pada 09 Maret 2018 | Dilihat : 900

Proses fraksinasi minyak atsiri
Proses fraksinasi minyak atsiri
Indonesia memiliki sekitar 40 jenis minyak atsiri yang tersebar merata di berbagai wilayah dengan bermacam karakteristik. Minyak atsiri (essential oil) adalah minyak sari atau minyak terbang yang berasal dari tumbuhan yang sifatnya mudah menguap dan memiliki aroma khas tumbuhan tersebut. Minyak atsiri yang ada dan dikenal di Indonesia di antaranya minyak nilam, sereh wangi, minyak kenanga, minyak kayu putih, minyak jeruk purut. Selain itu, masih ada sumber rempah seperti kunyit dan pala.

Disampaikan dosen Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) Vivi Nurhadianty, ST, MT, dengan proses penyulingan, ektraksi pelarut dan pengempaan, minyak atsiri bisa diturunkan dan menghasilkan produk komersiil seperti bio-pestisida, parfum, dan health care.

Di Institut Atsiri yang dimiliki UB, dilakukan hilirisasi aneka produk minyak atsiri tersebut. Penetapan Institut Atsiri sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) oleh Kemenristekdikti menjadikan hilirisasi bukan satu-satunya aktivitas di sana. Dua kegiatan lainnya adalah pengembangan kelembagaan dan academic excellence.

Dari hasil penelitian dosen UB, Institut Atsiri memiliki produk unggulan yakni tanaman nilam tetraploid. Dengan daun yang lebih lebat, jenis tanaman nilam ini akan mampu memproduksi minyak atsiri lebih banyak. Nilam tetraploid kini tengah dikembangkan di Desa Dilem Kabupaten Trenggalek. Desa ini telah dikenal sebagai penghasil nilam sejak zaman Belanda. Dua produk minyak atsiri yang sangat potensial untuk dikembangkan di Jawa Timur, disampaikan Vivi adalah sereh wangi dan jeruk purut.

Hasil penelitian dosen UB lainnya adalah teknologi penyulingan yang diberi nama "pulse electric field" hasil temuan dosen Teknologi Industri Pertanian Dr. Ir. Sukardi, MS. Derivasi minyak atsiri dilakukan untuk menghasilkan senyawa sitronellal, yang merupakan senyawa utama sereh wangi dan jeruk purut. Produk derivasi ini, disampaikan Vivi, memiliki nilai jual lebih tinggi. "Parfum yang dihasilkan dari fraksi murni hasil derivasi ini akan memiliki harum yang lebih lembut," kata dia. Sementara produk turunan minyak nilam adalah patchouli alcohol yang dalam bentuk Kristal merupakan bahan dasar obat-obatan.

"Karena berangkat dari upaya pemberdayaan daerah dan masyarakat, maka aktivitas institut atsiri banyak melibatkan masyarakat," kata Vivi. Keterlibatan masyarakat dimulai dari pengadaan bahan baku maupun proses penyulingan melalui pemberdayaan komunitas penggiat atsiri.

Saat ini, institut atsiri tengah mengurus pendaftaran merk dan ijin edar. Diantara produknya adalah official merchandise UB berupa 1 box eksklusif produk minyak atsiri. 30-50 box merchandise ini dihasilkan institut atsiri per-minggunya. Respon pasar yang bagus telah ditangkap oleh Institut Atsiri. Namun pihaknya membutuhkan penjaminan mutu untuk standar kualitas dan kontinuitas produksi yang dibutuhkan saat produksi massal.

Pada Sabtu (10/Mar/2018), UB meluluskan 1.100 wisudawan/wati. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menyumbang jumlah terbanyak yakni 151 wisudawan/wati disusul Fakultas Ilmu Administrasi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Kepada para wisudawan/wati, Rektor Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menegaskan bahwa UB menyadari pentingnya pendidikan yang memperkuat kompetensi dan mampu menumbuhkan sikap kecintaan dan kebanggaan menjadi Bangsa Indonesia.

Berikut wisudawan/wati terbaik pada prosesi wisuda periode 9 tahun akademik 2017/2018:

Fakultas Ilmu Administrasi: Anita Octaviani, S.AB

Fakultas Hukum: Lely Mahartina Khoiru Ummah, S.H

Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Intan Widya Lestari, S.E

Fakultas Pertanian: Juwik Novitasari, S.P

Fakultas Peternakan: Asri Suko Mayangsari, S.Pt

Fakultas Teknik: Putri Nur Cahyanti, S.T

Fakultas Kedokteran: Bd. Selly Karina Fitri

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan: Muhammad Ikrima Basyari, S.Pi

Fakultas MIPA: Arina Widda Faradis, S.Si

Fakultas Teknologi Pertanian: Ryo Andika, S.T

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Fatchur Maulana Tegar, S.I.Kom

Fakultas Ilmu Budaya: Mochammad Fatchur Rozi, S.Pd

Fakultas Kedokteran Hewan: Dwiyana Marta Afrida, S.KH

Fakultas Kedokteran Gigi: Biary Ghana Permady Akbar, S.KG

Fakultas Ilmu Komputer: Salma Mutiasanti, S.Kom

Program Magister: Aris Rusyiana, M.AP

Program Doktor: Dr. I Nengah Putra Apriyanto

Program Diploma III: Muftichatul Mardliyah, A.Md

 

 

Artikel terkait