Prasetya Online

>

Siaran Pers

Gowez Assisstance dan Bullying Raih Nilai Sempurna dalam Penelitian

Dikirim oleh oky_dian pada 26 Agustus 2016 | Dilihat : 1210

Alat prediksi jarak tempuh berbasis smartphone atau Gowez Assisstance mampu mengantarkan Muhammad Wildan dari jurusan teknik elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) meraih nilai sempurna dalam tugas akhir penelitiannya.

Dikatakan Wildan bahwa selama ini jumlah energi atau daya listrik yang tersisa pada sepeda listrik setelah digunakan dalam jarak beberapa kilometer hanya bisa dilihat melalui lampu yang menyala pada alat kemudinya. Namun, untuk mengetahui berapa persen energi yang tersisa hingga saat ini masih belum ada aplikasi yang digunakan.

"Kemungkinan terburuk yang dapat terjadi yaitu baterai habis di tengah perjalanan karena perkiraan jarak yang salah,"kata Wildan

Oleh karena itu, Wildan berupaya membuat aplikasi untuk memprediksi jarak tempuh dengan berbasis smartphone android secara real-time dan akurat menggunakan bluetooth.

Dengan menggunakan aplikasi yang dinamakan Gowez assisstance pengguna sepeda listrik bisa mengetahui daya baterai dengan perhitungan prosentase seperti layaknya pada mobile phone.

Wildan mengatakan dengan aplikasi Gowez assisstance, pengguna sepeda listrik juga bisa mengetahui waktu untuk mengisi baterai. Selain itu pengguna juga bisa memperkirakan sampai berapa kilometer lagi sepedanya bisa berjalan.

Gowez Assisstance dilengkapi dengan sensor untuk mengukur kapasitas baterai dan menghitung jarak yang ditempuh. Prediksi jarak didapat dengan metode perbandingan konsumsi energi dan kecepatan sepeda.

Gowez Assisstance mampu membaca perubahan arus hingga 30A dengan akurasi sebesar 94,08 persen dan presisis ± 0,02A serta mengukur kecepatan dengan tingkat akurasi 94,87 persen dan tingkat presisi ±0,15 km/h. Prediksi jarak yang dihasilkan memiliki akurasi 80,84 persen. Jarak maksimal antara smartphone dan alat ini agar dapat terkoneksi adalah sembilan meter. Data kapasitas baterai akan disimpan berkala dalam waktu tertentu pada memori untuk menghindari kehilangan data

Wildan mengungkapkan dalam proses pembuatan alat tersebut ada beberapa kendala yang dihadapinya. Terutama dalam mencari perangkat yang digunakan untuk menyusun Gowez Assisstance. Bahan-bahan yang tidak bisa dicari di Indonesia membuatnya harus mengimpor dari China. Yang tentunya, untuk proses pembelian dan pengiriman membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Meskipun begitu, pengorbanan yang dilakukannya sebanding dengan nilai yang diraihnya. Wildan mampu meraih nilai A melalui pengujian tugas akhirnya di hadapan  dosen.

Diakuinya setelah penelitiannya berakhir, Wildan berencana untuk memasarkan ke masyarakat. Harapannya Gowez Assisstance bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Sebelum dipasarkan saya akan mencoba untuk mematenkannya terlebih dahulu. Agar mendapat pengakuan hak cipta," kata Wildan.

Jika Wildan berupaya untuk mencari solusi baru dalam penggunaan sepeda listrik, berbeda dengan mahasiswa jurusan Psikologi FISIP UB ini. Julia Pratiwi. Dalam penelitiannya yang berjudul "Perbedaan Perilaku Overt Aggression Pelaku Bullying Antara Siswa Sekolah Dasar dan Siswa Sekolah Menengah Pertama di Malang" mengatakan, bahwa kasus bullying yang terjadi saat ini justru paling banyak di tingkat Sekolah Dasar (SD) bukan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kasus bully yang diteliti oleh Julia lebih mengarah pada overt aggression . Overt aggression merupakan bentuk agresi baik fisik maupun verbal yang dilakukan secara langsung dan terlihat kepada seseorang dengan tujuan untuk menyakiti orang tersebut, misalnya memukul, mengancam secara langsung, merampas barang milik orang lain

Berdasarkan  survei yang telah dilakukan dengan mengambil 405 responden yang terdiri dari 105 siswa SD dan 84 siswa SMP di Malang dan jumlah itu sekitar 75 persen kasus overt aggression bullying terjadi di tingkat SD. Sisanya ada di tingkat SMP.

Dalam penelitiannya, Julia mengatakan anak-anak yang mengalami kecenderungan melakukan bullying kepada temannya, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lack identity, kesepian, dan balas dendam.

Faktor lack identity disebabkan karena si anak masih dalam masa pencarian identitas. Dia belum bisa menemukan identitas yang lebih dominan dalam dirinya. Sehingga terkadang masih mencari dukungan lewat bullying. Penyebab utama adalah perbedaan tingkat perkembangan yang berbeda pada siswa SD dan SMP. Siswa SD masih belum bisa menyalurkan emosi dengan cara yang benar. Dan daya penalaran  mereka, belum sebaik siswa SMP.

Sementara itu, 30 persen tindakan bullying disebabkan karena pelaku mengalami kejadian serupa di masa lalu. Sehingga dia cenderung untuk melakukan balas dendam kepada adek kelasnya.

Dalam penelitiannya Julia menyimpulkan bahwa sekarang ini bullying sudah banyak terjadi sejak usia yang dini. Jadi pencegahan dan kepekaan para orang tua dan pendidik harus semakin ditingkatkan.

"Pendampingan orang tua, support guru, penyuluhan mengenai bullying, dan budaya komunikasi terbuka pada anak sangat mendukung dalam pencegahan terjadinya bullying di kota Malang ini,"katanya.

Julia mampu mempertahankan pendapatnya di hadapan dosen penguji dengan meraih nilai sempurna "A".

Muhammad Wildan dan Julia Pratiwi akan diwisuda bersama 1066 wisudawan lain pada Sabtu (27/8/2016).

Dalam pidatonya di hadapan 1068 wisudawan, Rektor UB Prof Dr. Ir. M Bisri, MS menyebutkan ,  prestasi yang telah diraih oleh almamater UB pada  2016, Universitas Brawijaya menduduki peringkat kedua sebagai PTN terfavorit dari 100 PTN setelah Universitas Padjajaran, dengan pendaftar calon mahasiswa sekitar 200 ribu. Dari jumlah itu sebanyak 12.600 orang lolos ujian masuk.

Pada tanggal 17 Agustus 2016, bertepatan dengan HUT Republik Indonesia, Kemristekdikti memaparkan peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia. Peringkat pertama ITB, kedua UGM, ketiga UI, keempat IPB, dan kelima diraih oleh UB.

Pada tahun ini UB naik 1 peringkat yang semula menduduki peringkat 6 dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Selain itu, hampir 50% dari program studi baik S1, S2 dan S3 telah mendapatkan akreditasi A, serta 8 PS telah mendapatkan akreditasi internasional.

Dikatakan rektor, prestasi lain yang juga membanggakan adalah UB meraih juara umum kelima kalinya pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke 29 yang diselenggarakan di IPB Bogor pada tanggal 7-11 Agustus 2016, dengan 10 emas, 7 perak dan 6 perunggu.

"Semua prestasi ini merupakan jawaban terhadap harapan yang saya sampaikan di awal pidato ini, dalam rangka menyiapkan SDM yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mempunyai daya saing yang tinggi dalam menumbuhkan karya-karya inovatif yang berkemajuan," kata Prof Bisri.

Peningkatan daya saing ini sebagai komitmen UB untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal ini juga ditunjukkan dengan telah diberlakukannya sertifikasi kompetensi bagi lulusan UB melalui pemberian Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) atau Diploma Supplement selain mendapatkan ijasah dan transkrip. SKPI merupakan surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian kualifikasi kompetensi dari lulusan. SKPI ini merupakan dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap/moral seorang lulusan yang lebih mudah dimengerti oleh pihak pengguna di dalam maupun luar negeri dibandingkan dengan membaca transkrip. Dan UB, telah memberlakukan SKPI ini di 120 Program Studi. Dengan diterbitkannya SKPI bagi lulusan,maka UB telah menunjukkan komitmennya dalam peningkatan daya saing lulusan.

Nama-nama wisudawan terbaik UB Periode XII sebagai berikut:

Fakultas

Nama Wisudawan

Fakultas Teknologi Pertanian

Sabrina Juniata, S.TP

Fakultas Hukum

Muhamad Samsul Mangali, S.H.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Anugerah Devina Pangesti, S.E.

Fakultas Ilmu Administrasi

Dwi Aprianing Yuniarti, S.Pn

Fakultas Pertanian

Reni Nopiyasari, S.P.

Fakultas Peternakan

Nisa'Us Sholikah, S.Pt

Fakultas Teknik

Mochamad Hadi Sasmita, S.T.

Fakultas Kedokteran

Ni Komang Miming Widiyasih, S.Kep

Fakultas Perikanan dan Kelautan

Desy Susanty, S.Pi

Fakultas MIPA

Eka Fitria Damayanti, S.Si

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Luh Putu Yulia Megayani, S.I.Kom

Fakultas Ilmu Budaya

Farida Nova Kurniawati, S.Pd

Fakultas Kedokteran Hewan

Ika Dahlia, S.KH.

Fakultas Ilmu Komputer

Mochamad Umar Al Hafidz, S.Kom

Fakultas Kedokteran Gigi

Drg. Abdur Razaq Komaruzzaman

Program Magister

Mirza Zaka Pratama, M.Biomed

Program Doktor

Dr. Junaidi

Program Pendidikan Vokasi

Lutfi Ayuwijaya Putri, A.Md.