Prasetya Online

>

Siaran Pers

FIB UB Adakan Seminar Nasional Kebudayaan II Indonesia sebagai Ruang Imajinasi

Dikirim oleh oky_dian pada 07 November 2018 | Dilihat : 55

Rabu (7/11/2018) Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UB) mengadakan Seminar Nasional Kebudayaan (SNK) II dengan tema Indonesia sebagai Ruang Imajinasi - memaknai 73th Indonesia Merdeka yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung A FIB UB. Tema ini diambil dengan tujuan merefleksikan sejauh mana langkah pembentukan imajinasi kebangsaan bangsa selama 73th Indonesia merdeka, bagaimanakah ruang-ruang imajinasi kebangsaan yang dibentuk oleh teknologi komunikasi masa kini, bagaimana yang terjadi di ruang kreatif dunia seni dan kesakralan agama dalam memaknai keIndonesiaan, serta bagaimana dunia pendidikan dalam mengimajinasikan bangsa dan negara di era reformasi.

Secara umum SNK II kali ini membincangkan bagaimana dinamika ruang budaya material urban dan rural dalam kaitannya dengan pembangunan infrastruktur di era Jokowi, dan lebih dari itu, adakah ruang mitologis yang terdampak dari pembangunan-pembangunan akbar itu. Kuasa ruang yang ada di ranah hukum, ekonomi, dan politik menjelang Pilpres 2019 akan jadi tema yang tak bisa diacuhkan. Secara khusus pula SNK II juga akan membincangkan diskursus ruang memori kebangsaan baik yang resmi diciptakan oleh Negara maupun yang terdapat dalam memori kolektif masyarakat Indonesia.

Makalah di buku SNK II ini mengundang dari berbagai disiplin ilmu dengan perspektif yang multidisiplin dari berbagai bidang seperti antropologi, filsafat, politik, ekonomi, hukum, psikologi, sastra, media dan komunikasi, sejarah, arsitektur, seni dan ilmu-ilmu sosio humaniora lainnya untuk bersama-sama melihat dan membincangkan kompleksitas dinamika imajinatif dari projek akbar yang bernama Bangsa Indonesia. 

Adapun tiga pemateri inti dalam acara SNK II ini yaitu: Prof. Peter Carey (Sejarawan) dengan presentasinya yang berjudul Imagining Indonesia - an Historical Perspective, 1785-1942, Yudi Latif, Ph.D (Pemerhati Kebangsaan) yang menjelaskan tentang Sumpah Pemuda dan Disrupsi Bangsa, dan Dr. Hipolitus Kristoforus Kewuel (Dosen Prodi Antropologi FIB UB) dengan Dialog Agama: Jalan Menuju Ruang Bersama.

"Kita patut bersyukur tinggal di Indonesia dengan pertanian, peternakan, perikanan yang melimpah, memiliki bahkan suku dan bahasa yang paling banyak di dunia. Kita wajib bersatu, tidak boleh terpecah-belah, dan dalam waktu dekat ini kita akan merayakan Hari Pahlawan. Dengan bersatu, kita akan menjadi bangsa yang besar", ungkap Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS., Rektor UB dalam sambutannya saat membuka acara SNK II tersebut.

Dalam SNK II ini ada sebanyak 82 abstrak yang masuk. Setelah diseleksi, ada sekitar 41 abstrak yang dirangkum dalam sebuah proceeding. Penulis berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Kemendikbud, dan ada juga yang berasal dari Cina. Adapun sub tema yang disajikan, antara lain: (1) Ruang Media dan Kebangsaan, (2) Ruang Seni-Budaya, Agama dan Imajinasi Keindonesiaan, (3) Ruang Pendidikan dan Kebangsaan, (4) Ruang Urban Infrastruktur dan Kebangsaan, (5) Ruang Eknomi, Politik, Hukum dan Kekuasaan, dan (6) Ruang Memori Kebangsaan. (DT/PSIK FIB)