Prasetya Online

>

Siaran Pers

BAN PT Re Akreditasi UB

Dikirim oleh oky_dian pada 27 November 2018 | Dilihat : 224

Universitas Brawijaya kembali mendapat kunjungan dari Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Kunjungan tersebut dalam rangka re akreditasi UB. Akreditasi UB  akan habis masa berlakunya pada akhir Januari 2019.

Asesmen lapang (Visitasi) Akreditasi Perguruan Tinggi ini dijadwalkan selama tiga hari (21-23/11/2018). Tujuh asesor telah datang ke UB. Ketujuh asesor tersebut adalah Dr. Ir. Suhanan, DEA dari Universitas Gadjah Mada (Ketua Tim), Prof. Dr. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA dari Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. HM. Arfin Hamid, S.H., M.H dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Nadra, M.S dari Universitas Andalas, Prof. Norma Afiati, M.Sc., Ph.D dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, M.M dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan Dr. Dra. Dewi Susanna, M.Kes dari Universitas Indonesia.

Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) merupakan hal penting terutama bagi alumni. Hal ini berpengaruh terhadap kesempatan seorang Alumni dalam mencari lapangan pekerjaan saat ini. Wakil Ketua Tim APT UB, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.Dberpendapat bahwa APT merupakan hal paling krusial saat ini. Banyak perusahaan dan instansi yang mensyaratkan peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi kepada para pencari kerja.

"Jika dibandingkan dengan pemeringkatan internasional, akreditasi bisa dibilang lebih penting karena bukan hanya image, tetapi menunjukkan kredibilitas perguruan tinggi. Jika sebuah PT mempunyai akreditasi A, maka orang akan melihat kampus yang menghasilkan alumni yang kredibel dan berdaya saing tinggi. Sementara pemeringkatan internasional lebih untuk menunjukkan  bagaimana posisi UB di antara perguruan tinggi lain secara internasional. Sejauh ini akreditasi prodi dan PT masih digunakan oleh beberapa alumni untuk melamar pekerjaan. Di Indonesia sendiri seringkali sebuah instansi atau perusahaan mensyaratkan pencantuman akreditasi perguruan tinggi pada berkas lamaran pekerjaan," katanya.

Dalam mempersiapkan Re-Akreditasi PT, UB sudah menyusun dokumen borang akreditasi dan evaluasi diri sejak satu tahun yang lalu, mengirimkannya pada pertengahan Juli lalu, dan baru mendapat jadwal visitasi pada (21-23/11/2018)

"Selain itu kami juga melakukan pengumpulan data, kita mengumpulkan alumni, mahasiswa, pengguna alumni, dosen, dan tenaga kependidikan. Mereka juga kami sosialisasikan tentang Akreditasi UB,"kata Sony, nama panggilan Achmad Wicaksono, yang mendapat amanah sbg Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UB.

Sementara itu, Ketua Tim APT UB, Prof. Dr. Ir. Kusmartono mengatakan UB sedang berupaya untuk mempertahankan akreditasi A dari BAN PT. Dengan upaya yang telah maksimal dilakukan oleh UB, baik Kusmartono maupun Sony optimis UB akan kembali meraih akreditasi A.

Pada visitasi kali ini, UB juga menggelar pameran produk unggulan yang diikuti oleh fakultas, lembaga, UPT, dan BUA-BUNA. Kusmartono mengatakan pameran tersebut diadakan untuk memudahkan asesor dalam melakukan visitasi.

"Pameran produk unggulan sebagai satu upaya agar para asesor tidak perlu keliling ke Fakultas dan unit lain. Jadi kalau sudah kita sediakan di satu tempat, dan mereka puas dengan melihat  produk-produk yang dihasilkan oleh stan stan fakultas. Namun jika mereka masih ingin visitasi ke tempat lain tetap diantarkan. Seperti contohnya saat ini mereka ingin berkunjung ke perpustakaan dan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati atau LSIH,”katanya.[Oky Dian/Humas UB]