PPID Adakan Workshop Data dan Dokumen Isian SAQ

Pusat Pengolahan Informasi dan Data Universitas Brawijaya (PPID) mengadakan workshop data dan dokumen isian SAQ dalam rangka mempersiapkan data dan dokumen untuk kegiatan monitoring keterbukaan informasi publik, yang setiap tahun diselenggarakan oleh komisi informasi pusat. Kegiatan dilakukan secara daring, Selasa (27/4/2021).

Wakil Rektor II Prof. Gugus Irianto menjelaskan keterbukaan informasi merupakan komitmen pimpinan sehingga sudah menjadi kewajiban semua pegawai untuk menjaga, mengamankan, dan mengimplementasikan di lapangan.

“Ujungnya kedepan kalau bisa jangan berhenti di informatif tapi informatif plus. Terbuka kepada publik tapi dalam batas aturan,”kata mantan Dekan FEB tersebut.

Dia menambahkan, ada beberapa tahapan strategi yang dilakukan UB dalam mencapai keterbukaan informasi. Pertama mengembangkan Media penyerap Aspirasi contohnya dengan menggunakan e-complaint, aplikasi SKM, desk help-ruang layanan informasi.
Kedua mengembangkan Media penyampai informasi melalui UB TV dan radio, kanal 24, medsos.
Ketiga mengembangkan aplikasi keterbukaan informasi dalam genggaman stakeholder melalui Aplikasi PPID berbasis android dan Aplikasi lain seperti SCO.

Ketua PIDK UB Zulfaidah Penata Gama, S.Si., M.Si., Ph.D menambahkan target Keterbukaan Informasi Publik sinergi dengan target kinerja pimpinan pada tahun 2021.

Zulfaidah juga menjelaskan penilaian keterbukaan informasi publik akan menilai bagaimana kinerja selama satu tahun.

“Metode penilaian mulai dari tahap pertama hingga presentasi dengan prinsip terukur, objektif,akuntabel, partisipatif, transparan, berkelanjutan. Semua yang sudah terupload harus ada data dukungnya,”katanya.

Zulfaidah berharap dalam pengisian SAQ tidak hanya dari pihak PIDK yang aktif PPID tapi seluruh komponen di UB ikut berpatisipasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Informasi Publik Dr. Sugiarto, ST. MT. memberikan materi tentang kebutuhan data dan informasi terkait yang dibutuhan dalam pengisian Self assessment Questinaire (SAQ).

“Dalam SAQ berisi pertanyaan umum terkait pelaksanaan keterbukaan informasi publik dan wajib disertai dengan data dukung
Isian berdasarkan keadaan nyata di lapangan pada badan publik,”katanya.

SAQ diisikan oleh PIDK sebagai PPID pelaksana pembantu berdasarkan data dan sumber data yang ada di UB. (OKY/Humas UB).