PINTAS, Solusi untuk Bantu Peternak Ikan di Masa Pandemi

Aplikasi Pintas

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) membuat Konsep Aplikasi Elektronik Komersial (PINTAS) di Bidang Perikanan untuk mempermudah pemasaran di bidang budidaya perikanan.

PINTAS merupakan sebuah konsep aplikasi berbasis elektronik komersial yang digagas oleh Indriani Eka Suci, Khoirul Latifah, Tuwiki Tri Amanda, Winda Roswatiningrum, dan Athallah Ikbar Muhammad.
PINTAS akan membantu pembudidaya ikan memasarkan produknya dengan mudah.
Pembudidaya harus membuat akun pada aplikasi lalu mengunggah produk dan keterangan produk.
Ada lima fitur di PINTAS yaitu fitur ikan konsumsi, fitur benih, fitur treatment, fitur pakan, dan fitur produk olahan.
Tim PINTAS

Pertama, fitur ikan konsumsi. Pada fitur ini konsumen dapat memilih antara ikan segar, ikan beku atau fillet ikan.

Kedua fitur benih menyediakan benih berbagai macam ikan air tawar yang utamanya adalah benih ikan konsumsi seperti benih lele, nila, guramer dan lain-lain beserta ukuran benihnya.
Fitur treatment menyediakan berbagai keperluan pengolahan dasar kolam serta produk penunjang budidaya perikanan seperti probiotik pakan ikan, probiotik air, kapur untuk budidaya dan lain-lain.
Fitur pakan menyediakan pilihan pakan berupa pellet dari berbagai perusahaan pakan ikan sesuai kebutuhan yang di inginkan konsumen.
Serta fitur produk olahan perikanan yang menyediakan berbagai macam olahan seperti siomay ikan, baso ikan, naget ikan dan berbagai macam olahan lainnya.
Ketua tim Indriani Eka Suci mengatakan bahwa sasaran utama aplikasi antara lain pembudidaya, UMKM dan masyarakat di daerah Blitar, Tulungagung, dan Kediri. Pengenalan aplikasi menggunakan media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat seperti halnya (Facebook, Instagram, YouTube, dan media massa).
“Konsep PINTAS dirancang untuk mempermudah pendistribusian produk hasil perikanan dari pembudidaya secara langsung ke konsumen, tanpa adanya perantara hanya dengan melalui aplikasi dengan menggunakan ponsel pintar. Selain jangkauan penjualan lebih luas, akses yang mudah PINTAS juga dilengkapi dengan beberapa fitur pendukung sebagai pilihan bagi para konsumen untuk melakukan transaksi dengan penjual. Konsumen tidak perlu lagi membeli ikan ke pasar cukup hanya dengan dirumah saja transaksi pembelian dapat dilakukan dan bisa diantar ke tempat konsumen sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga,” ungkap Indriani
Gambaran konsep Cara kerja pada aplikasi PINTAS yaitu konsumen hanya perlu memilih produk yang ingin dibeli beserta jumlahnya pada gambar yang telah disediakan dan melakukan pembayaran online kemudian pesanan siap diantarkan.
Metode pembayaran bisa dilakukan secara tunai dengan membayar ditempat atau melalui non tunai via transfer.
Berbagai kemudahan dari PINTAS dapat menjadikan aplikasi ini sebagai solusi untuk menghadapi era globalisasi seperti saat ini.
Untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk hasil perikanan dan membantu pembudidaya dalam memperluas penjualannya PINTAS hadir sebagai solusi dimasa modern dengan berbagai fitur untuk memuaskan konsumen dalam minatnya pada produk hasil perikanan .
Muhammad Fakhri, S.Pi, MP, M.Sc. mengatakan bahwa PINTAS sangat cocok dan sesuai diterapkan di masa pandemi COVID-19.
“Aplikasi ini sangat cocok dan sesuai diterapkan pada masa pandemi COVID-19 ini, karena meminimalisir adanya kontak fisik saat transaksi. Selain itu, karena sekarang ini sedang gencar-gencarnya untuk menyongsong Indonesia 4.0 PINTAS mempunyai peluang yang sangat baik untuk mengatasi masalah pemasaran di perikanan,” kata Muhammad Fakhri.[LTF/Humas UB]