Peserta Sekolah Lapang Sapi Perah Desa Wonoagung Mengikuti Wisuda di Fapet UB

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) menggalakan sekolah lapang untuk peternak sapi perah di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Yakni kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan transfer ilmu secara langsung kepada peternak.

Menurut koordinator sekolah lapang, Dr.Ir. Tri Eko Susilorini, MP.,IPM.,ASEAN Eng, kegiatan yang berlangsung sejak bulan November hingga Desember ini merupakan bentuk kepedulian Dosen Fapet UB untuk meningkatkan kemampuan peternak. Sehingga harapannya peternak lokal mampu memenuhi kebutuhan susu secara nasional dan menjadi negara pengekspor susu.

Permasalahan yang dihadapi oleh peternak di Desa Wonoagung ialah penyediaan pakan konsentrat yang tidak konstan dan susunanya berubah-ubah. Hal ini menyebabkan kualitas dan kuantitas produksi susu kurang optimal.

Melalui sekolah lapang tim Dosen Fapet UB memberikan materi pembelajaran sebagai solusi. Seperti strategi efisiensi reproduksi, manajemen pemeliharaan sapi perah, strategi pemberian pakan sapi perah, recording dan pemuliaan ternak penyakit pada sapi, praktek pembuatan konsentrat praktek fermentasi (silase), serta evaluasi praktek pembuatan konsentrat dan silase.

Disamping itu mereka juga memberikan hibah dua alat penunjang yakni mixer couple hammer mill (alat multifungsi untuk memotong, menggiling, dan mencampur hijauan pakan) dan mixer pengolahan susu menjadi stik dan permen susu.

Usai pertemuan sebanyak enam kali, peserta diberikan sertifikat pelatihan yang diserahkan melalui kegiatan wisuda, Sabtu (18/12/2021). Berlangsung di ruang auditorium lt.8 Gd.V Fapet UB kegiatan tersebut diikuti oleh 46 peserta dan dihadiri oleh Kepala Camat dan Kepala Desa Wonoagung.

“Sekolah lapang ini sangat bermanfaat karena kami para peternak memperoleh ilmu yang  berguna dan belum pernah didapat. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini berlanjut, di Desa kami sebenarnya SDM yang berpotensi banyak hanya saja pengetahuan akan beternak kurang.” ujar perwakilan peserta dalam menyampaikan pesan dan kesan (dta/Humas UB)