Perbankan Ingin Pastikan Mahasiswa Vokasi UB Penuhi Kompetensi

WR I Prof. Kusmartono meninjau lokasi ujian SMPV UB 2016Sekitar 850 bangku kuliah tersedia melalui Seleksi Mandiri Program Vokasi (SMPV) Universitas Brawijaya (UB). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Program Pendidikan Vokasi UB, Dr. Ir. Darmawan Ockto Sutjipto, M.Si disela-sela ujian SMPV yang diselenggarakan Kamis (4/8/2016). Menurutnya kuota ini naik dibanding tahun sebelumnya.

Peserta SMPV ini akan mengisi empat program studi Diploma III yakni Kesekretariatan, Keuangan dan Perbankan, Manajemen Informatika dan Teknologi Komputer serta Usaha Perjalanan Wisata. Selain itu, ada juga satu program studi Diploma IV Manajemen Perhotelan.

Tes tulis dilakukan di beberapa lokasi di kampus UB seperti gedung vokasi, gedung Fakultas Kedokteran Gigi, gedung Inbis serta gedung perpustakaan. Selain tes tulis, khusus peserta ujian yang memilih bidang keahlian perbankan, manajemen perhotelan dan kesekretariatan juga dilakukan tes performance langsung oleh perwakilan Dunia Usaha dan Industri (Dudi) yang relevan.

Perwakilan BCA, Hanna Kristantin, turut menilai performance peserta SMPV bidang keahlian perbankanDalam kesempatan tersebut, diantaranya hadir perwakilan PT. Bank Central Asia, Tbk yakni Hanna Kristantin. Bersama perwakilan purna tugas PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, ia melakukan tes performance terhadap puluhan peserta ujian bidang keahlian perbankan.

Disampaikan Hanna, tes performance ini merupakan implementasi dari kerjasama induk dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perbankan yang telah dijalankan sejak 2011. Kala itu, penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Rektor terdahulu Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, MS bersama pimpinan PT. Bank Central Asia, Tbk., Armand Wahyudi Hartono.

Hanna menambahkan, pendirian bidang keahlian seperti perbankan di Program Pendidikan Vokasi dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan SDM yang memenuhi keterampilan dan kompetensi dunia kerja. Program ini bermaksud menciptakan personel yang siap baik skill, penampilan maupun attitude untuk memasuki dunia kerja. Beberapa posisi seperti teller bank, customer service, maupun pendukung operasional bisa diisi oleh mereka.

“Tes performance ini untuk memastikan bahwa kami akan mendapat calon mahasiswa yang memenuhi kriteria penampilan dan intelektual,” kata dia. Untuk itu, menurutnya selalu ada tim yang melihat dan menilai penampilan mereka secara langsung saat ujian SMPV. Diantara yang dilihat adalah tinggi badan serta pertanyaan sederhana untuk menilai gesture, keramahan serta tingkat responsivitas.

Meskipun begitu, Hanna menandaskan bahwa kolaborasi Dudi dan program pendidikan vokasi ini tidak bersifat ikatan dinas. “Kami hanya ingin memastikan sejak awal bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini telah memenuhi standar dunia perbankan seperti BCA. Jika ada institusi perbankan lain yang meminati pun kami tidak berkeberatan,” katanya. [denok/Humas UB]