Pengabdian Masyarakat: FMIPA UB Kenalkan AI untuk Proses Belajar Mengajar di Pasuruan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan pelatihan penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersiapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMA 1 Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk diseminasi teknologi AI di masyarakat.

Tim PKM terdiri dari lima ahli yang memiliki peran masing-masing dalam kegiatan ini. Firdy Yuana, S.Si, M.Si, sebagai ketua tim, Dr. Heru Harsono, M.Si, yang memperkenalkan aplikasi fisika berbasis AI, Drs. Ach. Agus Dardiri, M.Si, yang fokus pada pengenalan dasar AI, Achmad Hidayat, S.Si., M.Si, yang bertanggung jawab atas teknologi AI, dan Dr. Drs. Sugeng Rianto, M.Sc, yang mengajarkan penerapan AI dalam penelitian dan PBM.

Pelatihan ini diadakan pada Mei 2024, diikuti lebih dari 40 guru serta dibuka oleh Kepala Sekolah SMA 1 Pasuruan. Wakil kepala sekolah memandu jalannya pelatihan. Pada kegiatan ini, Sugeng Rianto menjelaskan cara memanfaatkan teknologi AI, terutama AI generatif, untuk pembuatan materi ajar bagi guru SMA.

“Pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi AI. Kami berharap guru-guru dapat menggunakan AI untuk menyusun materi ajar yang lebih inovatif dan menarik,” ujarnya Firdy Yuana, ketua tim PKM. Dr.

Heru Harsono, M.Si, menambahkan bahwa aplikasi fisika berbasis AI dapat membantu guru dalam menjelaskan konsep-konsep yang kompleks secara lebih interaktif dan mudah dipahami. Lebih lanjut Achmad Hidayat, S.Si., M.Si, menunjukkan bagaimana AI generatif bisa digunakan untuk menghasilkan konten pembelajaran yang baru dan relevan.

“Dengan AI generatif, kita dapat menciptakan bahan ajar yang lebih bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” jelas Achmad Hidayat.

Sugeng Rianto juga menjelaskan tentang penerapan AI dalam penelitian dan PBM. “AI dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif,” katanya.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana AI dapat digunakan dalam konteks pendidikan. Salah satu peserta, seorang guru biologi, menyatakan bahwa pelatihan ini membuka wawasannya tentang potensi AI dalam membantu menyusun materi ajar yang lebih menarik dan efektif. “Saya sekarang lebih memahami bagaimana menggunakan AI untuk membuat bahan ajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa,” katanya.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara sekolah dan universitas dalam pengembangan teknologi pendidikan. “Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar kepala sekolah SMA 1 Pasuruan.

Pelatihan penerapan AI oleh FMIPA UB di SMA 1 Pasuruan merupakan langkah penting dalam mempersiapkan guru-guru untuk menghadapi era digital. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi AI, diharapkan para guru dapat mengoptimalkan penggunaannya dalam proses belajar mengajar, sehingga pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat global. [pon/fmipa/humas]