Penerapan Teknologi dalam Pemantauan Kesehatan

Bincang Sehat “Penerapan Teknologi dalam Pengukuran Fungsi Tanda-tanda Vital Tubuh Manusia

Pemantauan kesehatan secara mandiri semakin mudah dilakukan dengan adanya perkembangan teknologi. Bahkan saat ini berkembang smart watch yang dapat mengukur tanda vital tubuh, seperti menghitung laju pernapasan dan denyut jantung pemakainya.

Perbincangan mengenai perkembangan teknologi kedokteran dalam pengukuran fungsi tanda-tanda vital tubuh manusia ini menjadi topik yang diangkat dalam bincang sehat bersama staf pengajar pada Departemen Keilmuan Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) Agwin Fahmi Fahanani, S.T.,M.T.

Kegiatan ini merupakan rangkaian seri Pengabdian Masyarakat FK-UB yang disiarkan di salah satu radio di kota Malang, Rabu (13/07/2022).

Agwin menyampaikan, perkembangan teknologi kesehatan tersebut semakin memudahkan manusia untuk memantau kesehatannya, karena dapat segera diketahui hasilnya dan dikonsultasikan kepada tenaga medis.

Salah satu bentuk teknologi yang membantu kemudahan ini adalah phohoplethysmography atau PPG, yaitu metode pengukuran optik yang menggunakan sumber cahaya dan fotodetektor di permukaan kulit untuk mengukur variasi volumetrik sirkulasi darah.

“Contoh alat kesehatan yang menggunakan prinsip ini adalah smart watch dan thermogun yang memakai cahaya inframerah yang aman dan tidak meradiasi,” jelas Agwin.

Agwin menuturkan, pada dasarnya setiap benda termasuk tubuh manusia memancarkan radiasi infra merah, dimana pada alat detektor ini sinar tersebut akan dihantarkan ke sebuah alat thermopile melalui lensa termometer.

Staf Pengajar pada Departemen Keilmuan Fisiologi FK-UB Agwin Fahmi Fahanani, S.T.,M.T

Thermopile tersebut akan mengubah pancaran radiasi menjadi energi panas yang kemudian dikonversikan menjadi energi listrik.  Energi listrik ini yang akan diukur oleh termometer sehingga menghasilkan besaran suhu,” paparnya.

Prinsip yang sama berlaku pada pengukuran saturasi oksigen dalam darah melalui alat oksimeter yang banyak dimanfaatkan selama pandemi Covid-19 lalu.

Selain oksimeter, kita juga terbiasa menggunakan tensimeter digital. Tensimeter digital bekerja berdasarkan prinsip bahwa tekanan darah sistolik dan diastolik yang mengalir melalui arteri akan menyebabkan getaran di dinding arteri yang dapat dideteksi dan ditransduksi menjadi sinyal listrik yang terbaca pada monitor. [Safrina/Humas UB]