Penelusuran Ke Kampung Pemulung Untuk mengetahui Psychological Capital dan Pola Asuh Orang Tua Sebagai Hidden-Factor Penyebab Stunting

Situasi Kampung Pemulung
Situasi Kampung Pemulung

Stunting menjadi salah satu isu yang mendesak di tengah masyarakat Indonesia. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak ini berpotensi memberikan dampak negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pemerintah telah menekankan penanganan masalah stunting dalam (Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah) RPJMN 2020-2024, memfokuskan upaya untuk mengatasi berbagai faktor penyebabnya, seperti asupan gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan. Namun, kondisi psikologis ibu dalam mengasuh anak juga merupakan faktor penting yang sering terabaikan.

Mengambil langkah dari situasi ini, Tim PKM-Riset Sosial Humaniora di bawah kepemimpinan Ericha Ratna Meyanti dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya bersama anggota tim, Shalomita Agustin Widianti, Firly Putri Rahayu, dan Claudia Hesty, beserta ┬áDr. Nurul Muslihah, SP, M.Kes sebagai dosen pembimbing, melakukan penelitian berjudul “Penelusuran Psychological Capital dan Pola Asuh Orang Tua di Kampung Pemulung Sebagai Hidden-Factor Penyebab Stunting”

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi psychological capital seorang ibu di Kampung Pemulung, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Psychological capital mencakup self-efficacy, optimism, hope, dan resiliency, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam mengasuh anak dan berpotensi menjadi penyebab stunting. Diharapkan hasil penelitian ini akan membuka wawasan tentang peran psychological capital dalam kehidupan seorang ibu, serta mengungkap dampak sosial, ekonomi, dan demografi masyarakat di kampung pemulung, termasuk pengaruh psychological capital dan pola asuh orang tua terhadap stunting. (Tim/WDD/Humas UB)