Pembukaan MTQ UB : Optimalkan Potensi untuk Kemaslahatan Umat

Sebagai bentuk kecintaan terhadap Al Quran, Universitas Brawijaya melalui Direktorat Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Religi mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran XV. Acara ini dilaksanakan secara hybrid mulai Jumat hingga Minggu (17-19/6/2022) di beberapa lokasi, dan dibuka

Menurut Muhammad Gibran Al Kara selaku Ketua Pelaksana MTQ XV UB, kegiatan ini salah satunya ditujukan sebagai persiapan. “Besar harapan kami kegiatan ini dapat menjadi salah satu wadah bagi kafilah fakultas untuk persiapan MTQ Mahasiswa Nasional di tahun ini”, jelas mahasiswa prodi Kehutanan ini.

Menurut Koordinator MTQ XV UB, Ratno Bagus Edy Wibowo, S.Si.,M.Si.,Ph.D, jumlah peserta MTQ tahun ini tercatat ada 151 orang peserta. “MTQ ini merupakan salah satu ajang menunjukkan keindahan Al Quran, Mudah-mudahan, dengan ini kita bisa mengembangkan dan menggunakan akal serta mengoptimalkan potensi untuk kemaslahatan manusia”, ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA ini.

Al Quran juga mengajarkan, imbuh Ratno, bahwa kita semua yang berada di UB adalah saudara. “Mudah-mudahan kita bisa bersatu dan berlomba untuk kebaikan dan terus belajar dari mereka yang sudah baik bacaan Al Quran, tilawahnya, menulisnya, dan tafsirnya, agar supaya kita memiliki peningkatan dalam membaca Al Quran, memahami, mentadaburri dan mengamalkan Al Quran, untuk mencapai karakter Qurani”, pungkasnya.

Mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Agung Pramana Warih Marhendra, M.Si menyebut Kemahasiswaan UB selalu mendukung kesempatan yang dapat mengembangkan potensi dan softskill mahasiswa. “Termasuk salah satunya kegiatan ini, meskipun belum ada informasi akan ada tahap nasional, harus tetap ada pembinaan di UB seakan-akan mengirimkan delegasi tingkat nasional”, jelasnya.

MTQ XV UB tahun 2022 terdiri atas 14 cabang, berkaitan dengan seni, pengetahuan dan hal yang berkaitan dengan kehidupan. “Yang menarik adalah ada debat ilmiah Al Quran, dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Artinya adalah kajian terhadap masalah kehidupan di sekitar, dikaitkan dalam kandungan nilai dalam Al Quran”, terangnya.

“Saya harap, dengan semangat musabaqah ini, getarkan Brawijaya dengan karya-karya, perilaku yang tertanam pada diri kita dan bergaul dengan kita dengan nilai-nilai keislaman”, pungkasnya.

Adapun cabang lomba dalam MTQ tahun ini antara lain Musabaqah Tartil Quran, Musabaqah Tilawatil Quran, Musabaqah Syarhill Quran, Musabaqah KTIA, Musabaqah Kahttil Quran Dekorasi dan Kontemporer, Musabaqah DAQ, Musabaqah Fahmil Quran, Musabaqah Hifdzil Quran 5 hingga 30 juz, serta Musabaqah Debat Ilmiah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. (VQ)