Pedasnya Inflasi : Kesediaan Masyarakat Konsumsi Produk Turunan Cabai Sebagai Strategi Mitigasi Inflasi Nasional

Tim PKM-Riset Sosial Humaniora dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Tim PKM-Riset Sosial Humaniora dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Isu inflasi nasional menjadi kasus yang cukup mengusik perekonomian bangsa. Inflasi menjadi indikator penting untuk menganalisis perekonomian suatu negara dan memiliki dampak besar terhadap mobilisasi dana melalui lembaga keuangan resmi.

Pengaruh inflasi terhadap berbagai tujuan kebijakan makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, distribusi pendapatan, dan keseimbangan neraca pembayaran sangat signifikan. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah peran penting komoditas cabai dalam peningkatan inflasi nasional. Cabai merupakan bahan makanan yang sangat populer di Indonesia, terutama karena masyarakat memiliki kecenderungan menyukai makanan pedas.

“Salah satu faktor pemicu inflasi adalah kenaikan permintaan yang tidak seimbang dengan penawaran, terutama terjadi pada komoditi cabai pada musim-musim tertentu di mana permintaan dan penawaran tidak seimbang,” ujar Malik, ketua tim penelitian.

Permintaan akan cabai selalu meningkat menjelang perayaan besar, mencapai puncaknya, sehingga diperlukan strategi untuk mengatasi inflasi harga cabai melalui perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Permintaan untuk cabai selalu ada, terutama menjelang perayaan-perayaan besar seperti Idul Fitri. Namun, terkadang stok dari petani cukup terbatas,” ungkap pedagang cabai, Fatimah.

Tim Mahasiswa PKM melakukan wawancara kepada pedagang cabai
Tim Mahasiswa PKM melakukan wawancara kepada pedagang cabai

Berdasarkan latar belakang permasalahan ini, Tim PKM-Riset Sosial Humaniora dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di bawah kepemimpinan Malik Fajar bersama anggota tim, Septi Kristiani dan Shafiyyah Ramadhani Arafa, dengan bimbingan dari dosen Joko Prasetyo STP., M.Si dari Fakultas Teknologi Pertanian, melakukan penelitian berjudul “Dinamika Pedasnya Inflasi: Analisis Willingness to Consume Produk Turunan Cabai Sebagai Strategi Mitigasi Inflasi Berdasarkan Social Cognitive Theory”.

Ketua tim, Malik, menyatakan bahwa dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan masyarakat dalam mengkonsumsi produk turunan dari cabai, yang didasarkan pada kebiasaan dan minat masyarakat, diharapkan akan memungkinkan untuk mengembangkan strategi mitigasi inflasi yang efektif di Indonesia.

Tim dinamika pedasnya inflasi berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2023 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud-Ristek) Republik Indonesia.(Tim/WDD/Humas UB)