Passion Mengajar, Antarkan Agnia Jadi Wisudawan Terbaik UB

Berencana, ikhtiar dan berdoa, adalah prinsip yang selalu ditanamkan di hati Agnia Ilma. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya ini berhasil menyelesaikan studinya dengan menyandang predikat cumlaude dan meraih IPK 3,97 dalam waktu 3 tahun 4 bulan.

Pada Minggu (09/06/2024), dalam Wisuda Periode 18 yang berlangsung di Gedung Samantha Krida UB, Agnia dikukuhkan  sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Ilmu Budaya. “Sangat tidak menyangka, menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,97 dan lulus dalam 3 tahun 4 bulan adalah sesuatu yang di luar bayangan dan ekspektasi saya. Saya selalu merasa bahwa pasti masih banyak yang lebih baik dari saya,” ujar Agnia.

Menjadi guru sepertinya sudah menjadi panggilan hati Agnia. Dalam tugas akhirnya, ia mengambil judul “Personality Competence and Pedagogical Competence of Pre-Service English Teacher in Teaching Secondary Level Students”, yang terinspirasi dari pengalamannya mengajar di beberapa sekolah di Malang dan Batu.

“Saya penasaran terhadap peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris pra-jabatan khususnya di Pebasis setelah program praktik mengajar,” jelasnya.

Kini, gadis asal Ponorogo ini sedang mengikuti program Fast Track di S2 Ilmu Linguistik, di fakultas yang sama. Ia bercita-cita menjadi guru Bahasa Inggris di tingkat SMP/SMA dan nantinya dosen Bahasa Inggris di salah satu universitas di Indonesia.

“Saat ini saya fokus ke studi S2 saya. Setelah lulus, saya berencana meniti karir seperti kedua orang tua saya,” tambah Agnia.

Agnia berbagi kunci suksesnya tanpa teknik belajar khusus. Ia menekankan pentingnya mengerjakan tugas dan proyek secara maksimal, aktif di kelas, dan mencatat penjelasan dosen dengan rinci. “Kerjakan tugas atau proyek sebaik dan semaksimal mungkin, di kelas jangan tidur, aktif di dalam kelas, dan perhatikan penjelasan dosen dengan baik. Catat serinci mungkin, karena sering kali yang keluar dalam ujian bukanlah materi yang tertulis di buku ataupun presentasi yang diberikan oleh dosen, tapi justru penjelasan tambahan yang dijelaskan di dalam kelas,” katanya.

Selama berkuliah, anak ketiga dari lima bersaudara ini aktif di organisasi AEELS (Association of English Language Education Students) dan menjabat sebagai koordinator admission di berbagai program kerja. Ia juga terlibat dalam proyek penelitian dan pengabdian masyarakat dosen, serta meraih juara 1 lomba Teaching Innovation and Media di English Language Pedagogical Tournament (EL PATRON), Humanities Studies Competition 2023.

Salah satu pengalaman berkesannya adalah saat magang di Gugus Jaminan Mutu (GJM) FIB UB dan menjadi panitia English Camp bersama dosen Pebasis di semester 5. “Menjadi asisten penelitian tiga dosen saya dan membantu pengabdian masyarakat dua dosen saya di Pebasis adalah pengalaman berharga yang berujung pada rekomendasi dan beasiswa dari Profesor Zuliati Rohmah untuk melanjutkan studi S2 di Ilmu Linguistik FIB UB melalui program Fast Track,” ungkapnya.

Di waktu luangnya, Agnia sering mengisi waktu dengan fangirling beberapa grup K-POP seperti NCT, Aespa, dan Baby Monster, serta menonton drama Korea dan Cina. Kecintaannya pada bahasa Inggris berawal dari hobinya menonton film dan mendengarkan lagu berbahasa Inggris.

“Let’s just have lots of plans, ikhtiar, and give it to Allah for the result,” tutupnya dengan optimis.(wdd/vicky/Humas UB)