OTK UB 2016: Penataan SDM UB dengan Analisis Kesesuaian Jabatan

Sosialisasi Persiapan Implementasi OTK UBDengan disahkannya peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 04 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Brawijaya (UB) 2016, maka UB harus segera mengimplementasikan peraturan baru tersebut. Hal ini disampaikan Rektor Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS dalam acara Sosialisasi Persiapan Implementasi OTK UB, Selasa (08/03/2016). Kegiatan ini digelar di Aula Fakultas Teknologi Pertanian UB dan dihadiri segenap pimpinan UB mulai Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Tata Usaha, serta Kepala Sub Bagian di seluruh fakultas dan unit kerja.

OTK yang telah disahkan ini merupakan hasil usulan tahun 2015, dimana sebelumnya UB menjalankan OTK tahun 1995. “Setelah 21 tahun, UB mengusulkan OTK baru karena pada OTK yang terdahulu, fakultas-fakultas baru seperti FISIP, FIB, FKH, FKG, dan FILKOM belum terdaftar di Kemenpan RB, sehingga hal-hal terkait kebijakan negara tidak dapat terpenuhi. Namun sekarang dengan OTK baru, fakultas-fakultas tersebut sudah disahkan,” jelas Rektor.

Rektor melanjutkan, dalam OTK yang baru terdapat banyak perubahan, misalnya untuk penataan SDM, beberapa jabatan akan dicoret. “Untuk itu akan dilakukan analisis kesesuaian jabatan untuk melihat profil masing-masing pejabat di UB,” katanya.

Selain untuk implementasi OTK 2016 UB, analisis kesesuaian jabatan dilakukan juga atas dasar PERKA BKN nomor 7 tahun 2013 tentang kesesuaian jabatan. Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr. Sihabudin, SH., MH menuturkan, di satu sisi, UB terjadi overload  pegawai namun di sisi lain ada unit tertentu yang kekurangan pegawai.

“Oleh karena itu, analisis kesesuaian jabatan diperlukan untuk melihat potensi karyawan, kekurangan dan kelebihannya, sehingga dapat menjadi acuan untuk menempatkan orang sesuai kapasitasnya atau the right man in the right place,” papar WR II.

Sementara itu Ketua Tim Analisis Kesesuaian Jabatan Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc menyampaikan, terdapat tiga aspek yang akan menjadi tolok ukur penilaian kesesuaian jabatan. Yaitu aspek manajerial, aspek pengetahuan dan organisasi UB, serta pengetahuan dasar tentang IT. Tes kesesuaian jabatan akan dilakukan Sabtu (19/3/2016).

“Tes ini untuk menganalisis SDM sesuai kapasitasnya, jika dirasa ada kelemahan akan dilakukan perbaikan dalam bentuk berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi,” ujar Sudarminto.

Berikut beberapa perbedaan substansial OTK lama dan OTK baru yang dijelaskan Sekretaris Tim Analisis Kesesuaian Jabatan Mohammad Farid Rahman, S.Si., M.Si: Adanya penambahan lima fakultas baru, perubahan nama fakultas FEB dan FPIK, penggabungan organ universitas (LP3 dan PJM menjadi LP3M) dan penghapusan unit kerja, defisit jumlah jabatan eselon, serta perubahan nomenklatur jabatan.

“Selain itu kedudukan program Vokasi dikembalikan ke jurusan, senat berwenang memberi kebijakan di aspek akademik, dan rektor berwenang memberi kebijakan di aspek non akademik, adanya dewan pertimbangan yang sebelumnya tidak ada, kemudian kedudukan SPI lebih otonom dalam pemeriksaan aspek-aspek terkait akuntabilitas keuangan. Untuk kepala laboratorium nanti tidak lagi dipimpin oleh dosen tapi PLP yang punya kedudukan level ahli,” pungkas Farid. [Irene/Humas UB]