Mitra Mengabdi Bedah Hambatan Kinerja BUMDesa Tulungagung

Kurangnya manajerial skill menjadi penghambat BUMDesa Sumber Rejeki di desa Samar kecamatan Pagerwojo dan Sejahtera Bersama di desa Kaliwungu kecamatan Ngunut untuk mencapai kinerja maksimal. Inilahbed kesimpulan utama kegiatan curah pendapat atau focus group discussion (FGD) dengan narasumber ahli yang dipandu oleh Shofwan, S.E., M.Si, staf pengajar fakultas ekonomi dan bisnis universitas brawijaya (FEB UB).

Kegiatan yang berlangsung dalam kerangka program pengabdian pada masyarakat FEB UB bertajuk Mitra Mengabdi bersama FEB ini menfokuskan pada pengembangan manajerial lembaga ekonomi di kawasan pedesaan, pada Jumat (5/11/2021).

Bersama Dr. Iswan Noor  S.E., M.Si, Eddy Suprapto, S.E., M.E sebagai fasilitator serta Ahmad Fauzi sebagai narasumber, menjelaskan bagaimana potensi kedua BUMDesa itu bisa dikembangkan ketika hambatan ketrampilan manajerial bisa diatasi. 

Dalam penjelasannya, Fauzi menekankan optimisme agar BUMDesa Sejahtera Bersama dan Sumber Rejeki Tulungagung dapat mencapai kinerja yang maksimal. “Jika sudah maksimal, maka dapat memayungi aktifitas perekonomian desa ketika mampu mengurangi keterbatasan tersebut”, ujarnya.

Kualitas sumberdaya pengurus menjadi faktor kunci bagi keberhasilan BUMDesa menjadi aktor ekonomi utama di desa. “Mempebaiki koordinasi antar unit usaha dan kualitas laporan keumemberikan inspirasi baru bagi para perangan adalah langkah penguatan ekonomi desa”, ujar Fauzi.

Saat ini BUMDesa Sejahtera Bersama dan Sumber Rejeki sudah berkembang dengan baik, namun belum bisa mengembangkan semua potensi yang dimiliki. 

Pemanfaatan potensi dengan baik, baik alam maupun aset ekonomi, diharapkan dapat menjadi modal bagi kedua BUMDesa untuk meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat di kedua desa tersebut. “Perbaikan struktur organisasi, meningkatkan ketrampilan pengurus dan warga serta memperbaiki sistem administrasi adalah upaya yang harus dilakukan”, pungkas dosen jurusan Manajemen ini.