Mahasiwa UB Buat Alat Separasi Nira Tebu dengan Menggunakan Membran Nanofiltrasi

Nira Tebu. Gambar diambil dari Google.com

Lima mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) menciptakan alat separasi nira tebu dengan menggunakan membran nanofiltrasi untuk meningkatkan kualitas rendemen pada industri gula merah.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk alat separasi nira tebu ini adalah akrilik berbentuk bpx balok yang memiliki dimensi ruang panjang 10 cm dan lebar 5 cm dan tinggi 8 cm untuk tangki penampung nira tebu sedangkan untuk tangki separasi memiliki dimensi ruang panjang 30 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 8 cm.

“Membran nanofiltrasi akan diletakkan pada bagian tengah-tengah tangki separasi,”kata Ketua Tim Fahmi Bagaskara.

Membran yang digunakan masing-masing memiliki ukuran 2,5 cm. Umpan masuk menuju membran diberi jarak 10 cm dan jarak membran dengan umpan keluar berukuran 10 cm.

“Sehingga output nira tebu yang telah melalui proses pemurnian dengan membran nanofiltrasi tidak akan ada lagi zat-zat pengotornya karena tertahan membran nanofiltrasi,”kata Fahmi.

Fahmi membuat alat separasi nira tebu ini bersama empat rekannya, Mohammad Fahmi Fatikhul Umam, Muhammad In’am Akmala, Safrendio Meiqta Reza, dan Sudibyo Enggar Laksono.

Dengan bimbingan Nurul Faiqotul Himma, S.T., M.T., tim akan berjuang ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIV Oktober 2021 mendatang.

“Semoga alat ini dapat mudah diimplentasikan dan dikembangkan oleh masyarakat sekitar khususnya bagi produsen gula merah sehingga dapat mengatasi permasalahan separasi nira tebu dengan menggunakan membran nanofiltasi yang berguna untuk meningkatkan kualitas rendemen nira tebu sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi serta harga jual gula merah yang dapat bersaing,” kata Mohammad Fahmi, mewakli timnya.