Mahasiswa UB Teliti Kepercayaan Generasi Milenial Terhadap Mitos Ekologi

Seperti yang kita ketahui, kehidupan manusia memiliki ketergantungan terhadap alam.

Kualitas alam juga menjadi kualitas hidup manusia.

Salah satu hal yang menjadi kendala dalam sistem tersebut yakni krisis ekologi.

Krisis ekologi menjadi sebuah ancaman untuk semua makhluk hidup yang ada di Bumi.

Keadaan bumi di masa mendatang tergantung pada kontribusi manusia sebagai sistem penting pertama dalam ekosistem.

Permasalahan tersebut memacu dan menginspirasi empat mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan ekologi.

Tim yang diketuai oleh Fitria Anggun Maulida dengan anggota Dila Wijdanul Aliyah, Ira Nova Fazira, dan Samuel Stiffness mampouw di bawah bimbingan bapak Mochammad Fattah, S. Pi. M. Si meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (KEMENDIKBUD) untuk melakukan penelitian tersebut.

“Penelitian kami mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan dimulai dari bulan Juni sampai dengan Agustus,” ujar Fitri ketua tim tersebut.

Hal unik yang menarik empat mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut yakni mengenai mitos Telaga Rambut Monte di kabupaten Blitar yang juga memiliki nilai ekologis.

“Generasi milenial sebagai generasi penerus dan modern harus Memiliki kepahaman yang tinggi mengenai bagaimana ekologi dapat dilestarikan atau bagaimana cara mengatur lingkungan alam. Adapun judul penelitian dari tim kami adalah Ekologi Generasi Milenial terhadap Mitos Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar,”kata Fitri.

Dari penelitian yang telah mereka lakukan adalah kepercayaan generasi milenial terhadap mitos Telaga Rambut Monte berlandaskan intelegensi yang mereka miliki.

“Pada era pesatnya IPTEK seperti sekarang ini, generasi milenial tidak mudah untuk menerima suatu bentuk mitos sebab mereka akan mengolah persepsi mitos tersebut dengan ilmu yang mereka pelajari. Selain itu, peneltian tersebut menguak tentang faktor kepercayaan generasi milenial terhadap mitos yakni kesadaran ekologi, nilai konservasi dan makna mitos,”,kata Fitri

Penelitian ini memiliki banyak implikasi baik untuk lingkungan, sosial dan budaya, pendidikan dan lain sebagainya.

Dalam aspek lingkungan khususnya, penelitian ini meningkatkan pemahaman generasi milenial terhadap mitos yang memiliki nilai positif terhadap ekologi.

Kelestarian lingkungan di Telaga Rambut Monte juga dapat mendukung keparawisataan yang bisa membantu ekonomi masyarakat sekitar.

“Dengan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap mitos juga akan mendukung kelestarian alam dan keparawisataan yang telah tertera manfaatnya di Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan,”kata Ira menambahkan. (FTR/Humas UB).