Mahasiswa UB Sosialisasikan Bahaya Perangkap Tikus Elektrik

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) Putri Dwi Lestari melakukan sosialisasi bahaya alat perangkap tikus yang dialiri listrik serta memberikan solusi bagaimana langkah aman pengendalian tikus bagi warga Desa Pucak Wangi Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, Minggu (15/8/2021).

Kegiatan yang terangkum dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tersebut diikuti sebanyak 20 warga desa yang berprofesi sebagai petani sekaligus peternak.

Putri menjelaskan alat perangkap tikus yang dialiri listrik atau biasa disebut dengan ‘setrum tikus’ tersebut sangat berbahaya karena dapat membunuh tikus dan membahayakan nyawa petani.

“Sejauh ini banyak kasus yang telah dilaporkan, penggunaan setrum tikus juga dilarang diberbagai daerah. Maka setrum tikus harus segera di tinggalkan karena sangat membahayakan,”Putri.

Selain melarang penggunaan perangkap tikus dialiri listrik Putri juga memberikan solusi pengendalian tikus yang aman bagi petani dan lingkungan.

“Pengendalian tikus dapat dilakukan dengan cara gropyokan masal, fumigasi sarang dan sanitasi sarang. Selain menggunakan cara tersebut juga dapat menggunakan bahan alami seperti mengkudu, bawang putih, pepaya, cengkeh, daun sirsak, daun salam dan kulit durian. Bahan alami pengusir tikus tersebut cukup di potong kecil – kecil lalu diletakkan pada sarang tikus. Bahan tersebut memiliki aroma menyengat sehingga dapat mengusir tikus dari sawah,”kata Putri menambahkan.

Melalui kegiatan tersebut, Putri berharap masyarakat desa Pucakwangi lebih mengerti tentang bahaya perangkap tikus dialiri listrik dan mengerti cara pengendalian tikus yang aman.

“Selain itu, kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai sarana sosialisasi dan berinteraksi dengan warga desa Pucakwangi,”kata Putri. (PTR/Humas UB).