Mahasiswa UB Sabet Juara Kompetisi Gokart Nasional

Mahasiswa Universitas Brawijaya kembali menorehkan prestasi. Kali ini, datang dari Prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Raihan Zulfikar, mahasiswa angkatan 2018 ini berhasil menjadi Juara Umum Kejuaraan Gokart Indonesia yang diinisiasi oleh Ikatan Motor Indonesia.

Menurut Raihan, persiapan yang dilakukan tidak dalam waktu singkat. “Proses dan perjuangannya panjang karena latihan dan lombanya berada di Sentul International Karting Circuit, yang jauh dari domisili saya di Malang”, jelasnya.

Raihan menjadi juara di kelas “Shifter University”, dengan pesaing mahasiswa dari kampus lain di Indonesia, baik negeri maupun swasta. “Saya mengikuti kejuaraan ini dengan tujuan mengembalikan nama Universitas Brawijaya yang telah hengkang sejak 2016 dan sudah tidak lagi eksis di Kejuaraan ini”, imbuhnya.

Pria yang menggeluti olahraga gokart sejak usia 11 tahun ini bertekad untuk mengharumkan kembali nama UB di kancah gokart nasional. “Sebelum 2016, nama UB jarang terdengar, karena di tahun tersebut, yang bersinar adalah Universitas Indonesia dan Universitas Tarumanegara”, jelas Raihan.

Di tahun 2022, Raihan berhasil menyabet tiga kali juara 1, dua kali juara 2 dan satu kali juara umum. Pria yang akrab dengan dunia gokart sejak usia 11 tahun ini tidak sendiri. “Saya melahirkan tim yang terdiri atas saya sebagai pembalap, Muhammad Rizkyanor sebagai manager team dan Ramadhani Harun sebagai mekanik. Keduanya merupakan alumni Prodi Psikologi dan Jurusan Teknik Mesin, Universitas Brawijaya”, imbuhnya.

Penilaian pun tidak sembarangan. Raihan harus mengumpulkan kumulatif poin selama enam kejuaraan berlangsung di tahun 2022. Kompetisi ini di awali pada Februari 2022 hingga September 2022. Di musim ini, UB berhasil mengungguli Institut Teknologi Bandung sebagai pesaing terberat.

Selama lima tahun awal, Raihan mengikuti jadwal pelatihan yang cukup ketat. “Saat SMA, saya latihan 1 minggu sekali di hari Sabtu. Namun pada saat kuliah, saya tidak rutin latihan karena kesibukan di kampus. Untuk persiapan EShark, saya latihan 1-2 kali tiap bulan, mulai dari pukul 9 hingga pukul 5 sore, di Sentul”, jelasnya melalui pesan singkat.

Selain latihan fisik, Raihan juga dituntut untuk menyelesaikan 15 putaran minimal sejauh 1.3km masing-masing putaran , untuk menjaga ketahanan g-force di gokart itu sendiri. Ia di bimbing oleh Irawan Soeparjo, seorang mantan pembalap gokart nasional era 1980an, yang dikenal dengan Iwan Semut Ireng.

Awal karir Raihan di dunia gokart diawali pada tahun 2011, setelah ia mencoba gokart sewaan. “Kemudian di arahkan ke jenjang yang lebih profesional di gokart balap. Latihan pertama kali tahun 2011 di Sentul, untuk turnamen yang pertama di tahun 2012 pada kelas Cadet, maksimal 13 tahun”, paparnya.

Ia pun meneruskan di kelas junior pada tahun 2013 namun berhenti berkompetisi sejak lulus SMA. “Baru tahun 2022 ini saya kembali mengikuti kejuaraan nasional”, pungkasnya. (VQ)