Mahasiswa FTP UB Wakili Indonesia ke Kompetisi Internasional TFF di Swiss

Tim FTP bersama dosen pembimbing Dr. Nur Hidayat lolos menuju TFF ChallengeMusyaroh (TIP 2013), Mushab (TIP 2012), Anik Haryanti (TIP 2013) dan Mohammad Ifdhol (TIP 2012) berhasil harumkan nama almamater melalui kompetisi business plan tentang pangan pada Thought For Food Challenge (TFF Challenge) 2016.

Mengusung karya “Biteback, Insect Mineral Oil” keempat mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya bimbingan Dr. Ir. Nur Hidayat, MP ini berhasil masuk sebagai finalis TFF 2016.

Musyaroh menjelaskan Biteback merupakan salah satu product yang dibuat untuk mengatasi salah satu masalah pangan di tahun 2050. “Biteback kami buat sebagai pengganti Palm Oil sekaligus berfungsi untuk mengatasi anemia dan kekurangan zat besi,” kata dia. Berdasarkan kenyataan Palm Oil yang berbahan kelapa sawit saat ini menimbulkan banyak masalah seperti kebakaran hutan, polusi udara, kebutuhan lahan yang makin menyempit, serta makin meningkatnya ongkos produksi. Sementara Biteback merupakan hasil olahan larva serangga. Serangga yang relatif lebih murah dan mudah didapat dibanding kelapa sawit ternyata juga mempunyai kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa larva serangga kaya akan zat besi, omega-3 dan omega-6. Kandungan tersebut terbukti baik untuk anemia. Ini yang mendasari pembuatan Biteback.

“Serangga yang kami pilih berjenis kumbang mealworm. Serangga ini memiliki daur hidup yang cukup cepat. Proses budidaya serangga ini juga tidak membutuhkan biaya mahal, relatif mudah dan tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar tiga puluh hari. Dalam masa tiga puluh hari tersebut, larvanya sudah bisa dipergunakan untuk menghasilkan minyak dimana 31 ton larva dapat menghasilkan 21% minyak goreng siap pakai. Minyak goreng yang kami hasilkan berjenis tak jenuh yang lebih baik bagi kesehatan,” tambahnya lagi.

Biteback, hasil kreasi mahasiswa FTPTFC atau Thought for Food Challenge merupakan kompetisi business plan tentang bagaimana mengatasi masalah pangan dunia di tahun 2050. Motto mereka adalah “Develop Breakthrough Ideas to feed 9 billion people“. TFF yang diselenggarakan sejak tahun 2011 ini diikuti berbagai negara di dunia.  Pada TFF kali ini, Indonesia berhasil meloloskan dua tim yaitu  Musyaroh dkk dan tim dari Universitas Indonesia. Mereka berhasil menyisihkan 416 tim dari 105 negara dan maju sebagai finalis bersama delapan tim lainnya dari Amerika Serikat, Brazil, India, Uganda, Kenya, United Kingdom dan Perancis. Final akan diselenggarakan di Zurich, Swiss pada 1-2 April mendatang. Pemenang akan berkesempatan untuk menerima investasi awal dengan total 15.000 US dollar yang setara dengan 208 juta rupiah untuk dapat mengimplementasikan programnya. [dse/Humas UB]