Mahasiswa FPIK Gandeng Masyarakat Batu Buat Pakan Ikan Organik

Tim PPK Ormawa HMP PSP, FPIK membuat pakan atau pellet ikan dari hasil pengelolaan limbah ternak sapi yang ada disekitar kota Batu-Malang. Pakan atau pellet ikan tersebut dibuat karena banyaknya keluhan para pembudidaya ikan yang ada di sekitar kota Malang dan Batu karena mahalnya harga pakan ikan sehingga mendorong Tim PPK ORMAWA HMP PSP menciptakan sebuah terobosan di bidang pakan ikan.

Pelet ikan dibuat melalui proses penggilingan, penyampuran komposisi, pengeringan, penepungan, dan pencetakan pelet. Setelah dilakukan pencetakan, pelet diuji di laboratorium BPAP Bangil, Kabupaten Pasuruan.

“Meskipun bahan utama pelet bukan langsung dari kotoran sapi, melainkan dari cacing yang dibudidaya dengan media kotoran sapi. Akan tetapi, peran kotoran ini juga tidak kalah penting sebagai media cacing untuk hidup dan berkembang biak,” kata ketua PPK Ormawa HMP PSP UB, Bagus Kuntara.

Pelet Dresel buatan Tim PPK Ormawa HMP PSP, FPIK berhasil mendapatkan pendanaan PPK Ormawa Kemendikbud sebanyak Rp 28 juta.

Dalam penerapannya, mahasiswa menggandeng masyarakat peternak sapi yang ada di desa Oro-Oro Ombo kota Batu, sebagai mitra produksi. Masyarakat diajarkan agar nantinya memiliki usaha sampingan selain peternakan sapi, yaitu budidaya cacing yang memiliki nilai ekonomi tinggi. [*/Humas UB].