Mahasiswa FMIPA Temukan Metode Deteksi Merkuri pada Kosmetik Pemutih

Biji Kopi. Gambar diambil dari Google

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UB) menemukan metode baru pendeteksian merkuri pada kosmetik pemutih melalui limbah kulit Kopi Dampit.

Mashuri Utama, Revika Julia Murti, Anggita Cahyaningrum, Ari Muchson Fadhila, dan Ayu Febriyanti mengatakan, keberadaan limbah kulit kopi robusta Dampit yang melimpah masih sangat terbatas pemanfaatannya bahkan ada yang langsung dibuang. Sehingga, mereka tergerak untuk melakukan inovasi limbah kulit kopi robusta dampit sebagai reagen alami yang bisa dimanfaatkan untuk deteksi merkuri.

Analisis merkuri secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan nanopartikel perak yang disintesis menggunakan ekstrak limbah kulit kopi robusta Dampit yang kaya senyawa antioksidan sekaligus dapat menstabilkan nanopartikel perak yang dihasilkan. Sampel krim ditambahkan dengan reagen nanopartikel perak yang berwarna jingga kecoklatan. Semakin tinggi kadar merkuri maka intensitas warna larutan semakin berkurang.

“Metode ini tentunya lebih menguntungkan dalam segi biaya serta ramah lingkungan dibandingkan metode standar seperti ICP-MS atau CV-AAS,” kata salah satu anggota tim Ayu Febriyanti (12/08/22)

Ayu menambahkan sintesis nanopartikel yang digunakan cenderung lebih mudah karena hanya memanfaatkan cahaya matahari dengan durasi pendeteksian selama tiga menit dan perubahan absorbansi sudah dapat diamati. Pendeteksian kadar merkuri dapat mencapai konsentrasi terendah 0,16 ppm dengan batas maksimum 15 ppm.

Hermin Sulistyarti selaku dosen pembimbing, berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi Mercury test kit yang dapat diproduksi secara massal untuk deteksi merkuri sehingga bisa membantu masyarakat dalam mengantisipasi produk kosmetik yang berbahaya.

Metode pendeteksi merkuri pada kosmetik pemutih melalui limbah kulit Kopi Dampi masuk ke dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta Kemendikbud Ristek tahun 2022 yang berlangsung selama tiga bulan dari Juli hingga September 2022. (PKM/Humas UB).