Mahasiswa Asing Universitas Brawijaya Bentuk ISO (Intèrnational Student Organization)

Mahasiswa asing dari berbagai negara yang kuliah di Universitas Brawijaya membentuk sebuah paguyuban bernama International Student Organization (ISO). Ratusan mahasiswa asing yang studi di UB saat ini, berasal dari negara AS, Jerman, Malaysia, Palestina, Sudan, Timor Leste, Libya, Rusia, dll. Ini merupakan forum mahasiswa asing yang pertama diadakan dengan tujuan memelihara kebersamaan dan hubungan antar mahasiswa asing dengan civitas UB.
Dalam sambutannya Prof. Widodo, SSi., MSi.,PhD.Med.Sc mengatakan bahwa mahasiswa internasional di UB ini berperan sebagai ‘ambassador’ atau duta UB di negara asal masing-masing. Pihaknya berharap mahasiswa asing dapat menyebarluaskan ilmu, pengalaman, dan hal-hal positif dari UB kepada kerabat dan teman-teman di negeri asal.
“Visi UB menjadi leading university secara global, maka standar dan kualitas pendidikan harus bisa diakui secara internasional. Salah satu indikatornya, banyak mahasiswa asing yang belajar di UB. Sehingga bagaimana kita ‘take care’ menjaga hubungan baik, melayani dengan baik kepada mahasiswa internasional,” kata Widodo.
Hal ini merupakan tindak lanjut diresmikannya kantor UPT International Academic Affairs (dh. Kantor IO) dan UPT yang membidangi Reputasi, WCU, dan Immigration Services (12/10/2023). Kantor tersebut dilengkapi dengan sarana dan prasarana termasuk dilengkapi dengan layanan Imigrasi yang berkantor di UB, sehingga mahasiswa internasional bisa melakukan administrasi imigrasi secara langsung di UB.
Selain dibentuk ISO, alumni mahasiswa asing UB juga membentuk Ikatan Alumni Mahasiswa Asing (IKAMA) UB. Ini merupakan asosiasi para alumni mahasiswa asing yang pernah kuliah di UB. Selain untuk ajang silaturahmi, IKAMA juga sebagai wadah jejaring sesama alumni untuk membantu mempromosikan UB di negara asal masing-masing.
Dengan adanya ISO dan IKAMA UB, Rektor berharap ikatan emosional antara mahasiswa internasional lebih terjalin erat. “Dengan adanya komunitas ini, semoga teman-teman semua lebih nyaman tinggal dan belajar di UB,” pungkas Widodo.
Koordinator ISO UB, Mohammad Alhadi Ibrahim Bosha Ahmed asal Sudan (mahasiswa S3 di FMIPA) mengatakan alumni mencoba membantu memperkuat posisi UB ditingkat global. “Kami berterima kasih kepada UB yang telah membantu mahasiswa darmasiswa untuk program Master saya, dan memberikan  beasiswa UB untuk program Doktor saya. Misi kami membantu mempromosikan UB, exchange program, dan ‘engagement’ dengan mahasiswa asing,” kata Bosha.
Sementara itu, Direktur UPT International Academic Affairs Dr. Didik Hartono, M.Pd mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menjadi penggerak utama internasionalisasi di UB. Termasuk di dalam misinya adalah menyediakan pelayanan terbaik bagi mahasiswa internasional UB. Oleh karena itulah, dirinya berharap dengan adanya ISO UB ini mahasiswa internasional memiliki jalur yang lebih cepat bila membutuhkan bantuan dari UPT IAA. “Adanya koordinator dan wakil koordinator di ISO membuat teman-teman mahasiswa internasional tahu harus ke mana jika memerlukan bantuan untuk suatu masalah yang dialaminya,” ujar Didik. (Humas UB)