Library Class untuk Tingkatkan Kemandirian Mahasiswa Difabel

UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya dan Subdirektorat Layanan Difabel (SLD) menggelar acara Library Class yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada mahasiswa difabel dalam mengakses sumber daya informasi digital. Acara ini berlangsung pada tanggal 10 November 2023 di Ruang Pertemuan 1 Gedung Perpustakaan UB Lantai 1.

Tema utama Library Class kali ini adalah “EduVPN UB, E-Resources, dan Pemanfaatan AI dalam Penulisan Tugas Akhir dan Penelitian.” Acara ini merupakan bagian dari upaya Perpustakaan UB untuk memberikan dukungan penuh terhadap mahasiswa difabel dalam mengejar kesuksesan akademisnya.

Zubaidah Ningsih AS., Ph.D, Kepala Subdirektorat Layanan Difabel (SLD), mengungkapkan harapannya terhadap keberhasilan acara ini. “Kami berharap Library Class ini dapat meningkatkan kemandirian para mahasiswa penyandang disabilitas dalam melakukan pencarian literatur dan referensi. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat lebih cepat menyelesaikan tugas kuliah ataupun tugas akhir,” ujar Zubaidah.

Acara ini memberikan pemahaman mendalam tentang EduVPN UB, sebuah layanan jaringan virtual pribadi yang disediakan oleh Universitas Brawijaya. dengan EduVPN UB maka para mahasiswa tetap bisa mengakses koleksi E-Resources meskipun berada di luar jaringan UB misalnya saat di rumah atau kosan. Peserta juga diajak untuk memahami lebih lanjut tentang sumber daya elektronik (E-Resources) yang dapat membantu dalam penelitian dan penulisan tugas akhir.

Perlu diketahui bahwa UPT Perpustakaan UB telah melanggan E-Resources seperti Proquest, IEEE, Science Direct, Springer dll yang nilainya mencapai 11 M. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses penelitian juga menjadi fokus utama dalam Library Class kali ini. Dengan adanya AI ini para mahasiswa akan sangat terbantu dalam mencari referensi maupun Menyusun tugas akhir. Dengan demikian waktu yang dibutuhkan akan lebih cepat.

Peserta Library Class terdiri dari mahasiswa difabel dari berbagai fakultas di UB. Mereka antusias mengikuti setiap sesi presentasi dan praktek langsung yang diselenggarakan oleh para ahli di bidangnya. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mahasiswa difabel juga memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber.

“Sebelum mengikuti acara Library Class ini saya tidak tahu informasi tentang aplikasi dan AI yang bisa membantunya dalam mengerjakan tugas kuliah maupun tugas akhir, cara mencari jurnal. Acara ini bagus banget, kami mendapatkan ilmu dan materi yang baru,” kata salah satu peserta Library Class yaitu Faiz, mahasiswa angkatan 2023 dari Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi. Faiz merupakan disabilitas tuli, selama acara berlangsung dia dibantu oleh Juru Bahasa Isyarat sehingga tetap bisa menerima materi dengan baik.

Dengan adanya Library Class ini, diharapkan UB dapat terus memberikan dukungan nyata bagi mahasiswa difabel dalam mengejar kesuksesan akademis mereka. Peningkatan kemandirian dalam mengakses informasi menjadi kunci utama agar mereka dapat bersaing dan berprestasi di dunia pendidikan dan profesional. (*/OKY/Humas UB)