Laksanakan 3 in 1 Program, Prodi S1 Administrasi Pendidikan Ajak Profesor Asing Kunjungi Ponpes

Prodi S1 Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) bersama¬† tim dosen beserta mahasiswa mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh di Malang, Selasa (14/5/2024). Kegiatan yang termasuk dalam rangkaian “3 in 1 Program” tersebut juga dihadiri oleh Prof. Aslam Fataar, M.Phil., Ph.D, seorang profesor di bidang Sosiologi Pendidikan di Stellenbosch University, Afrika Selatan.

Kepada rombongan, Prof. Bisri menyampaikan bahwa pondok pesantren yang diasuhnya terus berupaya membangun sistem agar menjadi pondok yang berkualitas. Selain itu, pihaknya berupaya mendirikan beberapa unit usaha sehingga ke depan pondok dapat semakin membiayai dirinya sendiri, tidak semata bergantung pada sumbangan santri, keluarganya, atau jamaah.

Hal ini sesuai dengan prinsip ‘Ikhlas dan Profesional’ yang ia dengungkan di seluruh personil dalam tata kelola ponpes.

“Mengelola pondok itu tidak hanya ikhlas tapijuga berkualitas. Sebaliknya, pengurus harus profesional, sehingga semua personil dapat bekerja dengan tenang tanpa memikirkan kebutuhan hidup. Itulah tugas yayasan yang menaungi semua unit di bawah pondok,” urai pria yang pernah menjabat Rektor UB periode 2014-2018 itu.

Semetara itu, Prof. Fataar sangat senang dengan kegiatan kunjungan tersebut. Menurutnya, ia mendapatkan banyak ilmu baru tentang pengelolaan pondok pesantren di Indonesia. Ia mengakui bahwa konsep penyatuan pendidikan Islam dan kewirausahaan pondok ini benar-benar seperti yang diterapkan Nabi Muhammad SAW di masa beliau hidup, yakni menjadi sejahtera dahulu, lalu fokus pada dakwah.

“Apa yang dilakukan Prof. Bisri luar biasa. Dengan demikian semua staf bisa terjamin kehidupannya, selagi mengajarkan Islam dan mengelola sekolah di sini. Ini sebuah konsep yang tidak ada di negara saya,” ujar pria kelahiran Cape Town, Afrika Selatan ini.

Usai berdialog, rombongan diajak meninjau unit usaha di ponpes. Salah satunya adalah peternakan ikan koi. Menurut Prof. Bisri, bisnis ikan koi ini prospeknya cerah karena merupakan bagian dari hobi. Jika sudah hobi, orang biasanya rela membayar berapa saja.

“Kami besarkan ikan koi ini sehingga bisa dijual dengan harga Rp 3 Jutaan,” ujarnya sambil menunjukkan beberapa blok kolam ikan koi di area pondok. (LUQ/OKY/Humas UB)