Doktor Mengabdi UB – DIKTI Kembangkan Kerajinan di Dua Desa

Bertempat di gedung LPPM UB, karang taruna dari Desa Tawangargo Dusun Sumbersari UB Forest dan warga dari Desa Sidomulyo Kota Batu mengikuti pelatihan pembuatan karya seni dari bahan resin.

Dalam pemaparannya, RAFI yang diwakili oleh Hadi, Gunawan, dan Rohani mendorong warga desa binaan UB untuk terus berusaha dalam mengembangkan teknik kerajinan menggunakan resin.

“Dalam membuat kerajinan resin, diperlukan keuletan dan semangat yang tinggi karena hasil akhir sering gagal karena kesalahan teknik pencampuran, namun ini jangan dijadikan alasan untuk mundur,” kata Hadi.

Bertekad untuk meningkatkan kemampuan warga desa agar dapat berdikari dalam mengembangkan potensi usahanya, tim mengajarkan teknik pembuatan resin yang benar serta trik untuk menghasilkan kerajian resin yang memiliki nilai jual tinggi.

Terdapat dua jenis bahan alam yang digunakan dalam pelatihan ini, yaitu buah pinus dan bunga segar. Buah Pinus diambil dari kekayaan hutan Dusun Sumbersari UB Forest yang akan dijadikan brand kerajinan utama dari desa ini selain kopi.

Sedangkan bunga merupakan hasil tanam warga Desa Sidomulyo Batu yang akan dikembangkan menjadi salah satu kerajinan agar bisa lebih awet dan bernilai tambah.

Tim Pengabdian yang terlibat dalam workshop ini terdiri dari Tim DM Desa Tawangargo Dusun Sumbersari UB Forest yang diketuai Mangku Purnomo Ph.D dan Tim Pengabdian Dikti Desa Sidomulyo yang diketuai Dr. Siti Asmaul Mustaniroh.

“Selain mengefektifkan waktu dan mengefisiensikan biaya, Tim Pengabdian dapat saling belajar dan melihat potensi lain yang dapat dikembangkan dari desa masing-masing untuk mendorong keminatan dari warga dalam mengembangkan kemampuannya maupun potensi alamnya,” ujar Dr.techn. Yusfan Adeputera Yusran, ST., MT.Ars., salah satu anggota tim DM dari Fakultas Teknik UB. (yay/mic/Humas UB)